Lumajang, Memorandum.co.id - Puluhan karyawan PT Indomarco Prismatama (Indomart) yang tergabung di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Wilayah Tapal Kuda melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati di Jalan Alun Alun Utara Kabupaten Lumajang, Jumat (18/11/2021) Untuk menghindari terjadinya kerusuhan, sebanyak 10 orang yang ditunjuk sebagai perwakilan aksi diarahkan untuk melakukan audisensi yang dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Lumajang, Basuni, Kadisnaker Lumajang Abdul Madjid, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta KAsat Intel Polres Lumajang di lantai 3 gedung Pemkab Lumajang. Dalam tuntutannya Ketua PUK FSPMI PT. Indomarco Prismatama Novi Cahyo H menyampaikan, aksi yang dilakukan pada hari ini adalah langkah kelanjutan atas permasalahan dugaan intimidasi yang dilakukan manejemen perusahaan terhadap karyawan yang bekerja di PT Indomarco Prismatama (Indomart). Satu di antaranya adalah terkait penempatan wilayah kerja karyawan yang tidak sesuai dengan azas kemanusiaan atau jauh dari tempat tinggal. “Kebijakan tersebut kami nilai tidak berkemanusiaan, harusnya pihak manajeman berkebijakan untuk menempatkan karyawan yang tidak begitu jauh ditempat tinggalnya, khususnya karyawan perempuan,” ujarnya. Tak hanya itu, dalam audiensi tersebut juga disampaikan terkait pemberian SP (Surat Peringatan) bagi karyawan yang melaksanakan Sholat jumat serta penerapan sisten NKL yang tidak jelas dari Tim IC yang mewajibkan karyawan harus ikut menanggung kerugian apabila dari hasil audit barang ditemukan banyak kekurangan. “Padahal sudah jelas aturan untuk melaksanakan ibadah tersebut sudah ditetapkan dalam Pasal 80 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003,“ jelasnya. Terkait dengan tuntutan kenaikan Upah Minimum Kabupaten sebesar 13 %, pihaknya berharap Bupati bisa mempertimbangkan usulan itu. Karena hal tersebut adalah langkah untuk membuat kesejahteraan karyawan dan buruh semakin terjamin. “Kami berharap melalui audiensi ini Pemerintah Kabupaten Lumajang bisa mengakomodir apa yang menjadi tuntutan kami terutama kebijakan perusahaan yang selama ini masih banyak merugikan karyawan," ujarnya. Menyikapi tuntutan dari perwakilan pekerja tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Lumajang, Basuni mengatakan, akan melaporkan permasalahan ini kepada pimpinan sehingga permasalahan tersebut bisa cepat teratasi. Ia juga menyayangkan terkait pemberian SP bagi karyawan yang melakukan Sholat Jumat. Sehingga pihaknya meminta kepada semua perusahaan di Kabupaten Lumajang jangan ada lagi kejadian menghalangi atau memberikan sanksi bagi karyawannya yang melakukan ibadah sholat Jumat. “Kami mohon semua perusahaan di wilayah Lumajang agar memberikan waktu kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat karena itu hukumnya wajib bagi umat Islam,” tegasnya.(Ani)
Karyawan Indomart Aksi Damai di Kantor Bupati Lumajang
Jumat 19-11-2021,14:50 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-07-2026,14:32 WIB
Markas M1R di Surabaya Digeledah Jelang Aksi Damai PSHT, Polisi Temukan Sajam
Kamis 30-07-2026,07:56 WIB
Buntut Pembacokan Valet Ambyar, 10 Ribu Massa PSHT Siap Geruduk Markas DC dan Polrestabes Surabaya
Kamis 30-07-2026,12:27 WIB
Polresta Sidoarjo Launching Gebyar Pelayanan SIM Keliling 24 Jam selama 17 Hari
Kamis 30-07-2026,21:25 WIB
Marselino, Ragnar, dan Justin Absen Bela Timnas Indonesia Hadapi Timor Leste
Kamis 30-07-2026,19:19 WIB
Tak Bayar Retribusi Sejak 2015, Pemkot Surabaya Tertibkan Aset di Ngagel Timur
Terkini
Jumat 31-07-2026,06:57 WIB
Buntalan dan Karton Dilarang Masuk Bagasi, FK Patuh Jatim Imbau Travel Sosialisasi Aturan Baru Lion Air
Jumat 31-07-2026,06:01 WIB
KPK Perketat Keamanan Data Usai Pegawai Jadi Tersangka Pemerasan
Kamis 30-07-2026,21:59 WIB
Kejagung Titipkan Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK Demi Keamanan Penyidikan
Kamis 30-07-2026,21:28 WIB
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Wonoayu Gembleng Calon Paskibra Lumajang 2026
Kamis 30-07-2026,21:25 WIB