Surabaya, memorandum.co.id - Sidang kasus pemalsuan surat keterangan status lajang dengan terdakwa Linda Leo Darmosuwito, kembali digelar, Kamis (11/11). Sidang dihadiri mantan Lurah Mojolangu Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Joao M. G. De. Carvalho. Kehadiran mantan Lurah Mojolango 2005-2016 itu terkait penerbitan N1 atau surat pengantar perkawinan. Saksi Joao menyatakan, bahwa surat N1 salah satunya digunakan sebagai syarat pernikahan. Ada syarat yang harus dipenuhi agar N1 terbit. "Ada pengantar dari RT/RW, fotokopi KTP hingga KK. Sehingga data itu yang menjadi acuan penerbitan surat N1 yang di dalamnya memuat soal status perkawinan apakah sudah kawin atau belum," katanya. Sehingga kata Joao, pihaknya tak mungkin menerbitkan N1 jika syarat yang diperlukan tak dilengkapi. Jika surat N1 terdakwa Linda menyatakan belum kawin, maka data itu sudah pasti diambil dari data persyaratan yang ada. Meski begitu, Joalo menyatakan bahwa dirinya tak pernah bertemu dengan Linda secara langsung. Sebab, proses penerbitan N1 itu diproses terlebih dahulu oleh Kasi Pelayanan Umum. Jika syarat sudah lengkap maka akan dibawa ke ruangannya. "Kalau banyak otomatis enggak ngecek satu-satu. Kecuali sedikit baru saya cek. Karena kalau berkas sudah ada di ruangan sudah saya anggap benar, lalu saya beri tandatangan dan akan diambil kembali oleh staf kelurahan," bebernya. Mantan Sekretaris Kelurahan Mojolangu Trisno Aji juha menyatakan hal yang sama. Bahwa acuan penerbitan N1 adalah surat pengantar RT/RW, fotokopi KTP dan KK. Meski begitu, Trisno menyatakan tak ingat siapa yang mengurus N1 Linda. "Tidak ingat siapa yang membawa berkas-berkasnya. Tidak tahu yang mulia," ujarnya singkat. Meski begitu, dari kedua keterangan saksi itu, terdakwa Linda mengaku keberatan dengan kesaksian Trisno. Linda mengaku ada beberapa keterangan saksi Trisno yang tak sesuai dengan BAP-nya. "Keberatan yang mulia," ujar Linda. Namun karena Linda dinilai berbelit-belit saat menyampaikan keberatannya, Ketua Majelis Hakim Suparno akhirnya meminta Linda untuk lebih jelas. "Saudara terdakwa fokus saja dengan keterangan saksi tadi," katanya. (mg5)
Sidang Pemalsuan Surat Status Pernikahan, JPU Hadirkan Dua Saksi
Kamis 11-11-2021,19:46 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 08-11-2026,01:20 WIB
Kanwil DJKN Jawa Timur Borong Prestasi Reksa Bandha 2026
Minggu 08-11-2026,14:27 WIB
Polda Jatim Ajak Jemaat Jaga Keluarga dari Bahaya Narkoba Lewat Minggu Kasih di GKI Rungkut Asri
Minggu 08-11-2026,10:34 WIB
Langgar Jam Operasional di Kalianak dan Karang Tembok, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tindak 15 Truk
Sabtu 07-11-2026,23:20 WIB
The Alana Malioboro Hadirkan Perayaan Halloween Unik Bernuansa Jepang di Yogyakarta
Minggu 08-11-2026,14:08 WIB
Perjalanan Dita Anesya Solois Asal Kalisat Jember, dari Panggung Lokal Hingga Album Satu Pesan
Terkini
Minggu 08-11-2026,22:46 WIB
Ribuan Akun WhatsApp dan Telegram Dijual ke Jaringan Judi Kamboja, Pakar Hukum Desak Bandar Dibongkar
Minggu 08-11-2026,21:41 WIB
Penyalahgunaan NIK dan Kartu SIM Ancam Data Pribadi, Pakar Hukum UmSura Minta Negara Bertindak
Minggu 08-11-2026,21:05 WIB
Mendhak Sanggring Lamongan Luncurkan Udeng Semolo Gandring, Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM
Minggu 08-11-2026,20:27 WIB
Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang Bogor
Minggu 08-11-2026,20:15 WIB