Malang, Memorandum.co.id - Sebanyak 282 Pegawai Tidak Tetap (PTT) mulai dari perawat hingga petugas kebersihan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang, selama 6 bulan belum menerima gaji. Ketau DPRD Kabupaten Malang, Darmadi yang mengetahui persoalan ini langsung bereaksi. “Saya mengetahui persoalan ini setelah disampaikan langsung oleh Dirut RSUD Lawang saat rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hari Senin lalu,” terangnya. Pernyataan Direktur Utama (Dirut) RSUD Lawang itu sempat mengejutkan anggota DPRD Kabupaten Malang. Pasalnya, anggaran untuk gaji karyawan, baik itu yang PNS maupun PTT sudah masuk pada perencanaan belanja tidak langsung. Namun, yang dipertanyakan hingga 6 bulan mereka tidak terima gaji sebagai haknya yang harus diberikan oleh RSUD setiap bulan. Pada rapat TAPD Dirut RSUD Lawang ini menyampaikan pengajuan anggaran untuk penggajian PTT sebanyak 282 orang dengan nilai sekitar Rp 2,5 M. Pengajuan ini minta dicairkan sebanyak 3 kali pada saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dan refocusing tahap 3. “Saat kami pertanyakan kemana uang untuk gaji mereka, ternyata dialihkan untuk menjalankan program RSUD,” kata Darmadi. Politikus PDIP ini menjelaskan uang gaji mereka dialihkan untuk menjalankan program karena direktur memilih lebih baik program tetap jalan PTT akan digaji melalui pencairan klaim BPJS. Karena berdasarkan keterangan Dirut klaim BPJS hingga sekarang belum cair sebesar Rp 35 M dari pemerintah pusat. “Klaim BPJS penanganan pasien Covid-19 itu sudah diverifikasi dan menunggu cairnya saja,” imbuh Darmadi. Ketua Komisi 4 DPRD kabupaten Malang, Moch. Saiful Efendi sangat menyayangkan kasus yang terjadi pada RSUD Lawang karena dengan tidak diterimakan hak mereka sebagai karyawan otomatis akan berpengaruh pada kinerja mereka. “Namun semoga saja mereka tidak begitu, mereka tetap sabar dan tetap menjalankan tugasnya sebagai orang yang bertanggungjawab,” katanya. Pihaknya juga khawatir meski program berjalan tetapi tidak mendapat dukungan dari pelaksananya maka mustahil program itu bisa sukses. “Padahal sudah mengorbankan banyak orang, belum lagi keluarga yang ditanggungnya,” urai Saiful. Untuk RSUD Kanjuruhan dan RSUD Lawang itu sudah menjalankan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga mereka mengelola anggaran yang dihasilkan sendiri untuk menjalankan program yang telah direncanakan. Sementara itu, Dirut RSUD Lawang Desy Deliyanti belum dapat dihubungi. (kid/ari)
282 PTT RSUD Lawang 6 Bulan Tak Digaji
Jumat 27-08-2021,12:29 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,20:28 WIB
Pengurus KONI Kota Blitar Dikukuhkan, Siapkan Pemetaan Atlet Potensial Peraih Medali
Selasa 27-10-2026,22:15 WIB
Enam Jam Berunding, PT PAL Gagal Redam Tuntutan Warga Sidokelar Lamongan
Selasa 27-10-2026,21:35 WIB
Sebanyak 60 Pelanggar Terjaring Razia di Hari Pertama Ops Patuh Semeru, Didominasi R4
Selasa 27-10-2026,17:11 WIB
Polairud Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sirip dan Insang Hiu Senilai Rp200 Juta
Selasa 27-10-2026,16:36 WIB
Marak Curanmor Surabaya Sasar Pelajar, Pakai Modus Lama Tuduh Korban Pukul Adiknya
Terkini
Rabu 28-10-2026,13:58 WIB
AKBP Edy Herwiyanto Dikabarkan Diperiksa Propam Polri
Rabu 28-10-2026,13:47 WIB
Kapolri Tekankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Penyampaian Aspirasi
Rabu 28-10-2026,11:48 WIB