Gresik, memorandum.co.id - Sebanyak 60 relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 Gresik dikukuhkan, Rabu (21/7/2021). Mereka bakal membantu penanganan Covid-19 dan disebar ke enam rumah sakit (RS) rujukan. Para relawan tersebut berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang notabene ibu rumah tangga, dari golongan pemuda hingga komunitas. Sebelumnya, mereka telah dibekali pelatihan terkait pemulasaraan jenazah. Salah satu relawan, Juliati (49) mengaku sebelumnya adalah petugas pemulasaraan jenazah di kampungnya. Perumahan PPS, Desa Suci, Kecamatan Manyar. Namun karena ada Covid-19, aktivitasnya berhenti lantaran tidak ada alat pelindung diri (APD). "Dengan ikut relawan pemulasaraan jenazah ini saya merasa lebih aman karena telah diberi pelatihan khusus dan dibekali APD," kata ibu tiga anak tersebut. Pilihannya ikut menjadi relawan ini bukan ujuk-ujuk diterima keluarga. Ia sempat dilarang karena khawatir ikut tertular Covid-19. Akan tetapi, panggilan jiwanya yang kuat akhirnya berhasil meyakinkan keluarganya, termasuk suami. "Dorongan kuat saya adalah panggilan jiwa dan sebagai amal soleh. Saya merasa rugi jika memiliki pengetahuan dan keterampilan namun tidak bisa digunakan. Akhirnya saya memantabkan hati untuk melanjutkan perjuangan dengan apa yang saya bisa, yakni ikut menjadi relawan pemulasaraan jenazah," imbuhnya. Untuk diketahui, 60 relawan pemulasaraan jenazah itu dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wabup Aminatun Habibah. Serta disaksikan seluruh jajaran forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam kesempatannya, Bupati Gresik memyampaikan terima kasih atas kesediaan dan keberanian para relawan untuk membantu penanganan Covid-19. Pandemi ini menjadi tantangan seluruh elemen masyarakat. Oleh karenanya, atas sokongan dari para relawan ini sudah seharusnya terus berjuang dan terus berikhtiar bersama. "Saya sangat berterima kasih. Ini adalah panggilan hati nurani. Para relawan ini akan bertuga di enam rumah sakit rujukan Covid-19, dibagi tiga shift. Jadwalnya sudah kami atur, seminggu lima hari kerja," kata Gus Bupati. Dijelaskan, para relawan tersebut adalah mereka yang telah dinyatakan lolos screening kesehatan. Artinya, sehat dan tidak punya penyakit bawaan. Sudah divaksin dan membawa hasil swab. Serta sudah memeroleh pelatihan pemulasaraan jenazah. "Keamanan para relawan ini kita jamin. Kita pastikan pulang dengan selamat. Setiap tiga hari sekali akan kita swab. Sembako dan insentif semuanya kita siapkan," pungkasnya.(and/har)
Dikukuhkan, Relawan Pemulasaraan Gresik: Panggilan Jiwa dan Amal Saleh
Rabu 21-07-2021,18:25 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 07-10-2026,05:15 WIB
Presiden Prabowo Siagakan 70 Ribu Polisi Hutan Cegah Penjarahan Liar
Rabu 07-10-2026,08:34 WIB
Febrie Adriansyah Disidang, 38 Aset Senilai Rp 846 Miliar Disita Kejagung
Rabu 07-10-2026,04:21 WIB
Rp 13,2 T Kekayaan Negara Diselamatkan, Prabowo Bakal Alokasikan untuk Gaji Guru dan Irigasi
Selasa 06-10-2026,22:33 WIB
Truk Muat Styrofoam Ludes Terbakar di Jalan Kenjeran
Rabu 07-10-2026,01:29 WIB
Kebaktian 12 Warga Binaan Lapas Jember Perkuat Pembinaan Rohani
Terkini
Rabu 07-10-2026,22:01 WIB
Kick Off PMB Gen 27, UMM Siapkan 10 Beasiswa dan Beragam Kemudahan
Rabu 07-10-2026,21:10 WIB
Komisaris BPR Didakwa Himpun Dana Rp 13,1 Miliar, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi
Rabu 07-10-2026,21:03 WIB
Polres Kediri Ungkap Kasus Bayi Tewas dan Aborsi di Pare-Pagu, 4 Tersangka Diamankan
Rabu 07-10-2026,21:02 WIB
Lima Tahun Pascamerger Pelindo, TTL Pangkas Waktu Tunggu Kapal hingga 1,83 Jam
Rabu 07-10-2026,20:32 WIB