Surabaya, memorandum.co.id - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) diberi kepercayaan oleh UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya menangani gizi ibu hamil, anak, dan remaja terkait dengan penurunan angka stunting di Jatim. Kepercayaan UNICEF diperoleh Unusa melalui persaingan ketat tiga kampus di Jatim, masing-masing Universitas Airlangga, Politeknik Kesehatan Surabaya, dan Unusa dalam program Support to Local Governments on the Implementation of Maternal, Child ang Adolescent Nutrition Programme in East Java. Selasa (22/6) malam, program ini diluncurkan bersama di Auditorium Lantai 9 Unusa Tower Kampus B. Peluncuran dilakukan secara hybrid dan di hadiri Robert Gass, Deputy Reseprentative Unicef Indonesia, secara online dan Gubernur Jatim diwakili oleh Dr. Andriyanto selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Jatim. Ada juga Ermi Ndoen sebagai Kepala Kantor Perwakilan Unicef Surabaya dan Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng. Hadir pula baik secara online dan offline perwakilan dari tujuh dan satu kota itu di Jatim, masing-masing Kabupaten Bojonegoro, Sidoarjo, Blitar, Tulungagung, Bondowoso, Jombang, Lumajang, Bondowoso, Kota Surabaya. Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, yang menaungi Unusa Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, dalam sambutannya menyatakan, kerjasama Unusa dengan UNICEF dan Pemprov Jatim ini merupakan kerjasama strategis jangka panjang yang memerlukan komitmen. “Program ini menyiapkan anak-anak kita untuk generasi masa depan Jawa Timur dan masa depan Indonesia,” katanya. Dr. Andriyanto menyambut baik upaya dari UNICEF dan Unusa dalam hal menangani penurunan stunting di Jatim. “Permasalahan stunting menjadi salah satu kendala di Jawa Timur, stunting menjadi PR kita bersama tidak hanya pemerintah provinsi namun akademisi dan steakholder lainnya seperti Unicef, melalui program ini kita bisa membantu menangani masalah ini bersama-sama," ungkapnya. Andriyanto menjelaskan banyak yang harus diperhatikan dalam penanganan gizi di Jawa Timur, ia yakin dengan sumber daya yang ada di Unusa, akan bisa menangani untuk permasalahan ini. Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Surabaya Ermi Ndoen menjelaskan, pemilihan Unusa untuk berperan dalam program setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan proposal yang diajukan ke UNICEF dari berbagai Universitas. “Unusa terpilih dan disetujui untuk bisa menjalankan langsung tugas dari Unicef ini ke beberapa kota di Jawa Timur yang menjadi titik penanganan gizi buruk," ungkapnya. Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng meyakini penunjukan Unusa untuk menangani permasalah gizi oleh UNICEF sangat tepat, mengingat sumber daya manusia yang ada di Unusa cukup memumpuni. "SDM kami ada dosen dan mahasiswa Gizi, Kedokteran dan Keperawatan serta Kebidanan yang biasa menangani hal terkait dengan gizi untuk ibu, anak dan remaja," katanya. Jazidie menjelaskan UNICEF dan Unusa memiliki komitmen yang kuat untuk menangani gizi di Jawa Timur. "Dimana dosen dan mahasiswa kami terus melakukan pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah gizi ini," ungkapnya. (mg3)
Gandeng Pemprov Jatim dan UNICEF, Unusa Luncurkan Program Pengurangan Stunting
Rabu 23-06-2021,21:17 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-02-2026,12:55 WIB
Kejari Kota Madiun Tegaskan Mutasi Pejabat Tak Terkait OTT KPK
Jumat 13-02-2026,07:37 WIB
Ibu Muda Jadi Korban Jambret di Dekat Pos Polisi Siola Surabaya, Kalung Senilai Rp16 Juta Raib
Jumat 13-02-2026,15:44 WIB
Pangilon, Film Horor Edukatif Angkat Jejak Budaya Majapahit dari Tulungagung
Jumat 13-02-2026,07:49 WIB
Di Era Serba Lebih, Mengapa Merasa Cukup Justru Menyelamatkan untuk Meraih Kebahagiaan
Jumat 13-02-2026,08:05 WIB
Pakar Politik: Eri Irawan Punya Peluang Besar PAW Ketua DPRD Surabaya
Terkini
Sabtu 14-02-2026,05:00 WIB
Ide Bisnis Tanaman Hias Indoor Low Maintenance untuk Kado Wisuda 2026, Estetik dan Tahan Lama
Sabtu 14-02-2026,04:00 WIB
Sejarah Cokelat Valentine: Dari Strategi Bisnis hingga Simbol Cinta yang Bertahan 160 Tahun
Sabtu 14-02-2026,03:00 WIB
7 Rekomendasi Film Romantis untuk Valentine 2026, Cocok Ditonton Sendiri atau Bareng Pasangan
Sabtu 14-02-2026,02:00 WIB