Jombang, memorandum.co.id -- Guna menyelesaikan penanganan kawasan kumuh, Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang, menggelar pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat (PKM) untuk aparat desa penerima program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) reguler dan kepada unit pengelola (UP) pelaksana program Kotaku. Peserta yang mengikuti kegiatan di Aula Kantor Dinas Perkim, Jalan KH Romli Tamim, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, yakni Desa Katemas, Kecamatan Kudu, dan Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno. Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kabupaten Jombang Syaiful Anwar mengatakan, program Kotaku merupakan program yang berkelanjutan untuk menyelesaikan penanganan kawasan kumuh oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. "Pada tahun 2021 ini, Kabupaten Jombang mendapat bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) program Kotaku sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 177 /KPTS/M/2021 tanggal 19 Februari 2021," katanya, Kamis (10/6/2021). Syaiful menjelaskan, hal ini berbeda dengan tahun 2019. Untuk mulai tahun 2020 dilanjutkan pada 2021 ini, program Kotaku langsung dibawah rentang kendali Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan oleh PPK Pengembangan Kawasan Permukiman. "Untuk itu, Kabupaten Jombang tetap berkomitmen terhadap kelancaran dan kesuksesan program tersebut. Yaitu dengan cara memberikan fasilitasi Program KOTAKU melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang," jelasnya. Sejauh ini, menurut keterangan Syaiful, jika Program KOTAKU di Kabupaten Jombang telah berjalan dengan lancar. Penentuan jenis infrastruktur pun telah ditentukan oleh masing-masing desa penerima BPM melalui musyawarah warga sebagaimana juknis pelaksanaan program. "Untuk tahun 2021 ini, jenis BPM ada dua macam. Yakni BPM Reguler yang digunakan untuk jenis pekerjaan pembangunan. Sedangkan BPM Padat Karya Tunai/Cash For Work (CFW) digunakan untuk pemeliharaan/rehabilitasi di lokasi yang pernah mendapatkan BPM Reguler," terangnya. Acara PKM ini, lanjut Syaiful, akan dilaksanakan selama dua hari, yakni mulai hari ini (10/6) sampai dengan besok (11/6). "Kami berharap, dengan pelaksanaan PKM ini, para pelaksana program Kotaku baik aparat desa maupun UP dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan regulasi yang ada, sehingga program dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala dan penyimpangan," pungkasnya. Dalam kegiatan PKM ini, juga dihadiri oleh Ketua Forum Komunikasi Badan Keswadayaan Masyarakat (FKA-BKM) Kabupaten Jombang dan Koordinator Kota (Koorkot) Kabupaten Jombang. (yus)
Dinas Perkim Jombang Gelar Pelatihan PKM untuk Aparat Desa
Kamis 10-06-2021,18:31 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-02-2026,07:00 WIB
3 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 di Surabaya, Cek Jadwal dan Syarat Pendaftaran
Kamis 19-02-2026,14:26 WIB
12 Bukber All You Can Eat di Surabaya Ramadan 2026, Lengkap Harga dan Lokasi
Kamis 19-02-2026,04:12 WIB
Gordon Menggila! Empat Gol Babak Pertama Bawa Newcastle Pesta 6-1 di Liga Champions
Kamis 19-02-2026,07:21 WIB
PDIP Surabaya Mulai Urus Legalisir Suara, KPU Tunggu Surat Resmi PAW
Kamis 19-02-2026,15:49 WIB
Bareskrim Polri Geledah Rumah di Surabaya, Usut TPPU Tambang Emas Ilegal Beromzet Rp25,8 Triliun
Terkini
Jumat 20-02-2026,03:38 WIB
Saka Kunci Masa Depan! Bintang Arsenal Resmi Perpanjang Kontrak hingga 2030
Kamis 19-02-2026,22:45 WIB
Layanan Publik Jember Raih Predikat Tertinggi Ombudsman, Gus Fawait Perluas Akses hingga Desa
Kamis 19-02-2026,22:37 WIB
Jember Masuk 10 Besar Nasional Ombudsman, Komitmen Gus Fawait Perkuat Pelayanan Publik
Kamis 19-02-2026,22:28 WIB
Bus Trans Jatim Tabrakan Beruntun dengan Dua Truk di Sidayu Gresik
Kamis 19-02-2026,22:22 WIB