Malang, Memorandum.co.id - Pencarian tiga orang yang terseret ombak pantai Batu Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Rabu (26/5/2021) kemarin masih dilanjutkan. Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyampaikan, pencarian terhadap korban terus dilakukan dengan harapan dapat segera ditemukan. “Proses pencarian pada korban ini terus dilakukan agar dapat segera ditemukan,” terangnya saat di konferensi pers di RSSA Malang, Kamis (27/5/2021). Pencarian ini melibatkan berbagai pihak dengan menurunkan personel di kawasan tersebut. Sebanyak tujuh satuan regu (Seru) melakukan penyisiran pada tepian pantai sejauh 3 km. “Kami masih belum berani melakukan pencarian ke tengah karena ombak masih tinggi,” terang Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) PMI kabupaten Malang, Sampur, Kamis (27/5/2021). Ketujuh Seru itu berlanjut melakukan pencarian ketiga korban dengan teknik melakukan penyisiran pada tepian sejauh 3 km, mulai dari titik Laka ke arah barat hingga pantai Klatakan dan ke timur sampai Bajulmati. Apabila tidak ketemu sampai dari ketentuan selama 7 hari, maka pencarian akan ditutup. Namun untuk wilayah pantai selatan semua laka laut ketemu, tidak sampai wakru selama itu sekitaran hari ke 3 atau ke 4 sudah bisa ditemukan. Bahkan mulai kemarin siang pihak kemarin siang sebagian keluarga korban, sudah ikut terlibat melakukan pencarian dan infonya saat ini yang dari luar pulau sudah menuju lokasi. Sedangkan tim yang terlibat dalam melakukan pencarian laka laut Batu Bengkung yaitu mulai dari Basarnas, Pol Airud Sendang Biru, Muspika Sumawe, SAR, PMI dan dibantu oleh masyarakat sekitar. “Sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda, tapi kami berharap cepat ketemu meski gelombang tinggi antara 2,5 m sampai 4 meter,” terang Sampur. Perlu diketahui, korban laka laut yang belum ketemu adalah Fikri (20), warga Sikabo Desa Lakisan Timur, Kecamatan Lenggayang, Kabupaten Sesisir Selatan Sumbar; Maulana Moh Alfarizi (20), warga RT 08 RW 05, Kecamatan Petonggan Rakit Kilin, Kabupaten Undragiri Riau dan Dimas Reza (21), warga Kecamatan Junrejo, kota Batu. Sedangkan korban meninggal yang sudah dievakuasi, yaitu Azizah (19) dan Linda Revita (26). Untuk koban atas nama Aprilia dwi jayanti (23) kini menjalani perawatan di RSSA Malang karena saat dievakuasi kondisinya kritis. Kronologi kejadian, Selasa (25/5/2021) malam, korban bersama dengan rekan lainnya datang dan bermalam di Pantai Batu Bengkung. Karena teman korban ada yang camping di pantai Batu bengkung dan mereka langsung bergabung dengan teman-temannya. Sekitar pukul 06.00, korban melakukan foto selfi dengan teman lainnya jalan kaki menyeberang ke gunung Batu Bengkung dengan melewati batu karang. Setelah melakukan kegiatan selfi mereka kembali ke tenda dengan jalan yang sama tetapi saat menyeberang tiba-tiba datang ombak besar dengan ketinggian sekitar 3 meter langsung menyeret mereka. Mengetahui hal itu, teman korban lainnya langsung meminta bantuan pada tim SAR setempat untuk melakukan pertolongan, dari hasil evakusi 3 orang berhasil diselamatkan namun 2 orang sudah tidak bernyawa dan 1 orang mengalami kritis. (kid/ari)
Tragedi Batu Bengkung, Pencarian Korban Dilanjutkan
Kamis 27-05-2021,11:13 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-02-2026,09:56 WIB
30 Promo Hijab Pashmina Viscose TikTok Bawah Rp 100.000 untuk Tampil Cantik Lebaran 2026
Jumat 27-02-2026,11:30 WIB
Ramalan Zodiak Hari Ini, 27 Februari 2026: Kunci Maju Ada di Masa Lalu!
Jumat 27-02-2026,12:45 WIB
PN Surabaya Vonis Mati Dua Terdakwa Narkoba, Masa Percobaan 10 Tahun
Jumat 27-02-2026,07:10 WIB
Jasa Marga Berencana Pagar Kolong Tol Tambak Asri, Puluhan Pedagang Terancam Kehilangan Lapak
Jumat 27-02-2026,12:41 WIB
Sidang KDRT, Istri Diusir dan Dipaksa Tanda Tangan Tak Tuntut Gono-Gini
Terkini
Jumat 27-02-2026,22:38 WIB
Dua Tersangka Narkoba di Malang Kota Ditangkap, Polisi Sita 1,3 Kg Sabu
Jumat 27-02-2026,22:32 WIB
Selama Februari 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 19 Kasus Narkotika
Jumat 27-02-2026,22:14 WIB
Khofifah Sebut Minyakita Langka di Jatim karena Penyalur Belum Punya NIB
Jumat 27-02-2026,21:51 WIB
Tren Janda Usia Sekolah di Jatim Naik, 90 Persen Lahirkan Anak Berisiko Stunting
Jumat 27-02-2026,21:44 WIB