Lamongan, memorandum.co.id - Perintah Presiden Jokowi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui telepon seluler dalam kunjungan kerjanya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan langsung ditindaklanjuti oleh Balai Bengawan Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, Heruwidi dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Djufri, Bupati Yes menerima Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto beserta Kepala Bidang terkait di Ruang Kerja Bupati hari ini, Jumat (7/5), guna membicarakan lebih lanjut empat hal aspirasi nelayan yang telah disetujui oleh Presiden RI dalam kunjungan kerja kemarin, terkait permasalahan di PPN Brondong, diantaranya normalisasi Kali Asinan, Perpanjangan jeti untuk sedimentasi dan Breakwater. Pada kesempatan tersebut Agus menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti permohonan Pemerintah Kabupaten Lamongan sebagimana perintah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Menurutnya, Bulan Agustus depan penanganan permasalahan di PPN Brondong sudah harus ditenderkan. “Jadi kami kemari untuk mensikronkan apa saja yang kami kerjakan sesuai dengan tusi kami di BBWS Bengawan Solo, karena perintah beliau di Bulan Agustus mendatang harus segera ditenderkan. Dan nanti setelah ketemu Bapak, kami pamit ke lapangan kemudian kami desain dan akan kami hitung RAB-nya, yang selanjutnya akan kami laporkan ke Jakarta,” terang Agus. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, Heruwidi menjelaskan, secara detail pendangkalan yang terjadi pada kolam yang ada di pelabuhan PPN Brondong. Menurut Heruwidi, pendangkalan kolam tersebut berakibat pada penumpukan sandar perahu yang melakukan bongkar muat, dan berkurangnya daya tampung parkir perahu . Heruwidi menambahkan, pendangkalan kolam tersebut terjadi karena kiriman dari Kali Asinan, juga angin timur yang membawa lumpur pasir serta belum adanya breakwater. “Harapan kami dapat direalisasikan breakwater karena telah terjadi pendangkalan pada kolam yang ada di pelabuhan. Selain kiriman dari sungai asinan, angin timur yang membawa lumpur pasir menjadi penyebab pendangkalan. Apabila dapat terbangun breakwater tingkat kedangakalan tersebut bisa sangat terkurang,” jelas Heruwidi. Kepala PPN Brondong, Ibrahim pada kesempatan tersebut juga menambahkan, pelabuhan PPN Brondong kondisinya sangat crowded karena hanya beberapa kapal saja yang bisa sandar akibat pendangkalan. Menurut Ibrahim pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5,6 Ha yang diperuntukkan untuk disposal lumpur. Bupati Yes mengapresiasi gerak cepat dari BBWS Bengawan Solo tersebut. Yes berharap permasalahan di PPN Brondong akan segera teratasi, sehingga PPN Brondong dapat berfungsi dengan baik yang berimbas pada pendapatan nelayan.(*)
Gerak Cepat, BBWS Tindak Lanjuti Hasil Kunker Presiden Jokowi
Jumat 07-05-2021,15:05 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 09-08-2026,19:49 WIB
Sidang ke-9 Maidi Madiun Cs (2): Tiga Saksi KPK Ungkap LHKPN Maidi-Thariq, Gratifikasi Tak Pernah Dilaporkan
Minggu 09-08-2026,21:22 WIB
Gubernur Khofifah Lantik Mohammad Ghofirin sebagai Ketua Baznas Jatim Periode 2026-2031
Minggu 09-08-2026,21:25 WIB
Jawa Barat Dominasi IMC 2026, Muaythai Indonesia Bangkit Menuju Level Internasional
Minggu 09-08-2026,19:31 WIB
RT 4 Uka Surabaya Juara Mini Soccer HUT RI ke-81, Gasak RT 6 dengan Skor Telak
Senin 10-08-2026,06:03 WIB
MAKI Jatim Urungkan Demo Rencana Utang Rp786 Miliar di Jember, Ada Apa?
Terkini
Senin 10-08-2026,18:56 WIB
Kendaraan Listrik Bertambah, DPRD Jatim Soroti Beban APBD untuk Pemeliharaan Jalan
Senin 10-08-2026,18:55 WIB
Usulan Paving dan PJU Tak Kunjung Terealisasi, DPRD Kota Surabaya Minta Warga Bersabar
Senin 10-08-2026,18:47 WIB
15 Tahun Menanti Paving, Warga Kalilom Lor Indah Heran Berkali-kali Diukur, Belum Dikerjakan
Senin 10-08-2026,18:41 WIB
Bangun Kebersamaan, Babinsa Meninjo dan Warga Kompak Bersihkan Jalan Setapak di Lumajang
Senin 10-08-2026,18:40 WIB