Sumenep, memorandum.co.id - Meski pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia selama setahun lebih, perusahaan pengolahan garam beryodium PT Garsindo Anugerah Sejahtera tetap bertahan dengan terus berproduksi. Perusahaan produksi garam olahan yang mulai trial produksi pada tahun 2019 itu berada di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. "Perusahaan ini wajib bertahan di tengah pandemi. Kalau saya masih bisa makan, tapi karyawan saya belum tentu. Jadi selama masa pandemi saya tetap melarang operasional pabrik libur. Saya perintahkan stok garam olahan hasil produksi ditumpuk di gudang sampai penuh," tutur Direktur Utama PT Garsindo Anugerah Sejahtera Yohannes Sugiarto. Ternyata menurut Yohannes, perusahan garam lain banyak yang tidak berani masuk saat corona, sehingga garam miliknya yang stoknya banyak tetap laku keras di pasaran. Ia lalu berkesimpulan bahwa hal itu barokah dari doa para karyawan. Yohannes juga komitmen untuk menggunakan garam lokal untuk produksi garam olahan. Sehingga ia dengan tegas menolak garam impor masuk Indonesia. Saat ini suplai bahan baku produksi dipenuhi oleh petambak garam di Sumenep dan Pamekasan dengan harga Rp 700 ribu perton. Setiap tahun penyerapan garam lokal sekitar 40 ribu ton lebih. "Saya terinspirasi dari Menteri BUMN yang dulu yaitu Rini Sumarno, bahwa Indonesia garis pantainya terpanjang di dunia tapi kenapa garam kok impor. Kalau kita punya perusahaan pengolahan garam berkualitas, maka pemerintah akan berpikir untuk menandatangani izin impor," ungkap Yohannes. Menurut dia, garam impor kadar garamnya 98 persen sementara garam lokal 91 persen kadar garamnya. Tapi ketika dicuci kadar garam lokal meningkat menjadi 96 gram. Kelebihannya, garam lokal ketika diolah rasanya lebih gurih sehingga tidak usah pakai penyedap rasa. "Saya tergelitik untuk membuat produksi pengolahan garam. Garam lokal khususnya di Madura biasanya anjlok. Dengan adanya perusahaan garam maka untuk mengangkat harga garam lokal. Kami juga mampu menyerap 200 lebih pekerja lokal," tandas Yohannes. (aan)
Perusahaan Pengolahan Garam Lokal Bertahan di Tengah Pandemi
Rabu 05-05-2021,18:19 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-01-2026,17:40 WIB
Kisah Pasien BPJS Kesehatan Ditolak RSI A Yani Surabaya, Begini Kronologinya
Selasa 06-01-2026,12:55 WIB
Jaga Marwah Organisasi, Pasmanbaya 1-9 Tegaskan Legalitas Tunggal di Bawah Kemenkum
Selasa 06-01-2026,16:09 WIB
Nenek Elina Laporkan Lima Orang Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Surabaya
Selasa 06-01-2026,11:23 WIB
Dana Desa Jember Dipangkas Lebih dari 60 Persen, DPRD Jember: Kades Dituntut Kreatif
Selasa 06-01-2026,12:50 WIB
Transisi KUHP 2026, Pengamat UHW Perbanas: Korporasi Kini Bisa Dipidana
Terkini
Rabu 07-01-2026,09:00 WIB
Tahun Baru, Hidup Baru: Belajar Bertahan, Belajar Bertumbuh (2)
Rabu 07-01-2026,08:55 WIB
Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Sukomanunggal, Polisi Diapresiasi Komnas PA Jatim
Rabu 07-01-2026,08:12 WIB
Buntut Rumahnya Hancur, Nenek Elina Akui Kehilangan Berbagai Surat Penting
Rabu 07-01-2026,08:04 WIB