Lumajang, memorandum.co.id - Sebanyak 3.361 rumah dilaporkan rusak, di antaranya 618 rusak berat, 752 rusak sedang dan 1.991 rusak ringan. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq kepada Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai di Balai Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/4/2021). Sebelumnya dilaporkan sebanyak 2.526 rumah rusak akibat gempa, akan tetapi berdasarkan hasil verifikasi lapangan terbaru, total sebanyak 3.361 rumah dilaporkan rusak akibat gempa. "Data yang terbaru adalah 3.361 rumah, data ini yang kami pastikan bahwa berdasarkan verifikasi lapangan by name by address beserta foto dan lokasinya betul-betul kami pastikan ada, itu yang kami sampaikan kepada BNPB untuk diverifikasi, harapan kami ada percepatan anggaran pemulihan dan rekontruksi pasca bencana di Lumajang," ujar Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Bupati menjelaskan, verifikasi data dipercepat agar bantuan dari BNPB dapat segera direalisasikan. Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat mendapatkan bantuan Rp50 juta berupa pembangunan rumah, sedangkan rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp10 juta berupa uang tunai melalui swakelola. "Selama menunggu sebelum realisasi pembiayaan dari BNPB, kami akan melakukan pembangunan hunian layak sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sehingga masyarakat ada tempat tinggal yang layak dan sehat bersama keluarga," jelasnya. Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai mengapresiasi kinerja Bupati Lumajang dalam penanganan darurat kebencanaan yang dinilai tanggap. Tidak hanya terkait penyaluran logistik yang dinilai baik namun juga terkait administrasi dan pendataan rumah terdampak gempa yang dinilai cepat. "Saya sangat apresiasi terkait data by name by address yang sudah lengkap dengan NIK dalam waktu dua minggu. Kurang dari satu bulan sudah terpenuhi, ini sangat bagus sekali, biasanya paling cepat butuh waktu minimal satu bulan," tuturnya. Rifai berharap proses validasi data segera dapat dirampungkan sehingga penyaluran bantuan dapat segera dilakukan. "Paling tidak minggu depan prosesnya sudah bisa saya naikkan ke inspektorat jenderal. Harapan kami, dua minggu dari sekarang, hasil dari inspektorat jenderal akan saya kembalikan ke Pak Bupati, silakan lakukan perbaikan kalau tidak ada perbaikan akan kami teruskan ke Kementerian Keuangan. Meskipun menggunakan dana siap pakai di BNPB tetapi tetap restunya di Kementerian Keuangan," pungkasnya. (kom/fai/fer)
3.361 Rumah di Lumajang Rusak Terdampak Gempa
Jumat 23-04-2021,21:56 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 11-05-2026,21:02 WIB
Warga Sawojajar Keluhkan Toko Miras ke DPRD Kota Malang
Senin 11-05-2026,15:44 WIB
Dugaan Korupsi Pengadaan Obat dan Alkes, RSUD Kilisuci Dilaporkan ke Kejari Kota Kediri
Senin 11-05-2026,14:31 WIB
Dinkes Surabaya Investigasi Dua Sekolah Dasar Terkait Dugaan Keracunan Massal Program MBG
Senin 11-05-2026,14:36 WIB
Massa Seniman Surabaya Hujani Gedung Dewan dengan Kotoran Ayam
Senin 11-05-2026,15:50 WIB
Dugaan Keracunan MBG Gegerkan Surabaya, Pemprov Jatim Turun Tangan
Terkini
Selasa 12-05-2026,08:16 WIB
Pembunuh Sekuriti Graha Darmo Satelit Surabaya Ternyata Juga Satpam
Selasa 12-05-2026,07:53 WIB
Ringankan Beban Sesama, PMI Jember Peluk Korban Bencana dan Laka Laut Lewat Bantuan Sembako
Selasa 12-05-2026,07:17 WIB
Diduga Cemarkan Nama Baik, Distributor Air Mineral di Kediri Laporkan 7 Konsumen ke Polisi
Selasa 12-05-2026,07:00 WIB
Resmi Gabung Macan Kumbang, Prajurit Baru Yonif 515 Jalani Ritual Penyiraman Air Bunga
Senin 11-05-2026,21:08 WIB