Surabaya, memorandum.co.id - Lilik Zuliati Astutik berutang Rp 48 juta kepada Sumarni. Dia tidak kunjung melunasi utangnya meskipun sudah berulangkali ditagih. Lilik lantas datang ke rumah Sumarni. Bukan untuk langsung melunasi utangnya. Dia justru meminjam motor. Alasannya, untuk mengambil uang yang akan digunakan untuk melunasi utangnya. Nyatanya, motor itu malah dijadikannya jaminan untuk berutang ke orang lain. Majelis hakim yang diketuai R Mohammad Fadjarisman menghukumnya pidana 1,5 tahun penjara. Lilik dinyatakan terbukti bersalah menipu Sumarni. "Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang," ujar hakim Fadjar saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/3/2021). Lilik datang ke rumah Sumarni di Jalan Manyar Dukuh pada 30 April 2020. Dia berniat pinjam motor Honda Beat dengan alasan untuk mengambil uang Rp 48 juta di Gresik. "Uang tersebut akan digunakan untuk membayar utang terdakwa kepada saksi Sumarni dan motor tersebut akan dikembalikan siang hari sehingga atas kata-kata terdakwa tersebut saksi Sumarni menyetujui permintaan terdakwa," ujar hakim Fadjar dalam persidangan. Namun, hingga siang hari motor tidak kunjung dikembalikan. Sumarni meneleponnya. Lilik menjawab akan mengembalikan malam hari. Namun, hingga malam hari motor juga tidak kunjung dikembalikan. Hingga kini motor tidak kembali. "Ternyata terdakwa tidak menepati janjinya dan itu hanyalah akal-akalan agar terdakwa mendapatkan satu unit motor merek Honda Beat. Kata-kata yang disampaikan kepada saksi Sumarni adalah kebohongan terdakwa belaka untuk meyakinkan saksi Sumarni," ungkapnya. Lilik ke Gresik ternyata juga tidak untuk mengambil uang. Melainkan akan meminjam uang ke Juwaidah. Dia menyerahkan motor Sumarni sebagai jaminan untuk mendapatkan utang Rp 10 juta. Alasannya akan digunakan sebagai modal bisnis sembako. Lilik mengakui semua perbuatannya. "Saya mohon keringan hukuman. Saya sangat menyesal," kata Lilik dalam persidangan. (mg-5/fer)
Tipu Korban Dua Kali, Lilik Divonis 1,5 Tahun Penjara
Rabu 17-03-2021,20:31 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,18:40 WIB
Terbengkalai Tujuh Tahun, Aset Pemkot Surabaya di Jalan Jepara Disiapkan untuk Relokasi Pasar PPI
Jumat 06-11-2026,19:09 WIB
Komisi A DPRD Jatim Soroti Kekurangan 13 Jabatan OPD di Pemprov Jawa Timur
Jumat 06-11-2026,23:08 WIB
Golkar Buka Suara soal Isu Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Bahlil Terseret
Jumat 06-11-2026,18:24 WIB
Bahan Baku Obat Indonesia Masih 80 Persen Impor, Hilirisasi Herbal Lokal Dipercepat
Jumat 06-11-2026,17:21 WIB
SPPG Sidokumpul Lamongan Berhenti Operasi, Siswa Empat Sekolah Tak Terima MBG
Terkini
Sabtu 07-11-2026,14:37 WIB
Universitas Brawijaya Kukuhkan 4 Profesor Baru, Siap Ciptakan Inovasi Energi Hijau dan Pangan Adaptif
Sabtu 07-11-2026,14:14 WIB
Putra Daerah Bojonegoro Slamet Supriyadi Terima Sijil Penghargaan Internasional dari KOPDAB
Sabtu 07-11-2026,13:53 WIB
Cegah Narkoba Masuk Keluarga, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat, Jangan Ambil Hartanya
Sabtu 07-11-2026,13:39 WIB
Hadapi Musim Hujan, Kapolres Mojokerto Kerahkan Kekuatan Siaga Bencana
Sabtu 07-11-2026,13:13 WIB