Kediri, memorandum.co.id - Beberapa waktu lalu sejumlah masyarakat di Kota Kediri menerima pesan teks yang menyatakan pemerintah akan memberikan dana bantuan BPJS. Pesan singkat tersebut berisikan bantuan uang tunai sebesar sebesar Rp 37 juta. Yang mana dana bantuan tersebut untuk dana kesehatan atau modal usaha. Hal ini seperti yang dialami Rosidah (43), warga Semampir Kota Kediri. Pesan yang diterimanya dilengkapi dengan link formulir pengisian data diri. Ragu atas pesan yang diterimanya, Rosidah menanyakan kebenaran isi pesan tersebut kepada petugas BPJS Kesehatan KC Kediri. “Mohon maaf bila saya mengganggu, mau tanya tentang SMS ini apakah memang ada atau hanya abal-abal ya?” tanya Rosidah. Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri, Hernina Agustin Arifin menegaskan bahwa informasi yang dimuat pesan tersebut tidak benar. BPJS Kesehatan tidak menjalankan program pemberian bantuan finansial kepada peserta JKN-KIS. “BPJS Kesehatan tidak sedang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan pemberian bantuan dana ataupun kompensasi seperti yang disampaikan dalam pesan teks. Untuk itu, masyarakat harap waspada atas upaya-upaya penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan,” ujar Hernina, Selasa (23/2/2021). Sambung Hernina, pada bulan Februari ini pihaknya beberapa kali menerima telepon yang mengonfirmasi informasi hoaks tersebut. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat senantiasa mencermati kembali pesan yang diterima. Dinamika pengelolaan program JKN-KIS selalu dipublikasikan melalui laman dan media sosial resmi BPJS Kesehatan. “Bila dicermati alamat pengisian data diri ini bukan laman resmi. Laman resmi kami diakhiri dengan domain go.id (go dot id) yang artinya web resmi lembaga Pemerintahan. Bila tidak diumumkan melalui laman ini, maka bisa dipastikan informasinya tidak benar,” sambungnya. Hernina menambahkan, BPJS Kesehatan beberapa kali dicatut untuk melakukan upaya penipuan. Pada tahun 2020 lalu pihaknya menerima laporan adanya upaya penipuan berkedok wawancara kerja fiktif. Motifnya, penyelenggara rekrutmen menawarkan tiket dan akomodasi untuk wawancara kerja di Jakarta. Rekrutmen fiktif ini diumumkan melalui sebuah website. Pelamar yang seolah-olah lolos diumumkan di web itu. Tidak lama kemudian pelamar ditawari ke Jakarta untuk mengikuti wawancara. Mengundang wawancaranya mendadak sehingga tidak punya persiapan. “Penyelenggara rekrutmen fiktif ini menawari untuk dipesankan akomodasinya, baik tiket pesawat maupun penginapan di Jakarta. Untungnya semua pelamar menyadari upaya penipuan ini sehingga tidak pernah ada korban,” tutup Hernina. (mis)
Waspadai Bantuan Dana Abal-Abal Mengatasnamakan BPJS Kesehatan
Selasa 23-02-2021,13:55 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 10-09-2026,23:23 WIB
PKKMB Untag Surabaya Kenalkan Jaranan Buto kepada 3.160 Mahasiswa Baru
Jumat 11-09-2026,01:14 WIB
Indonesia Perkuat Teknik Tunggal Putri Jelang Asian Games 2026
Jumat 11-09-2026,05:44 WIB
Update Terkini Kondisi Gunung Anak Krakatau
Jumat 11-09-2026,08:25 WIB
Gelar Wisuda Khidmat, UIBU Malang Terapkan Tradisi Unik Penyerahan Ijazah di Hari Kelulusan
Kamis 10-09-2026,22:33 WIB
Bobol SDN Kompleks Kenjeran II Surabaya, Pelaku Ditangkap Saat Bersembunyi di Atas Pohon
Terkini
Jumat 11-09-2026,21:15 WIB
Diiringi Isak Tangis, Jenazah Korban Penembakan di Papua Dikawal Kapolres Rote Ndao ke Busalangga
Jumat 11-09-2026,20:52 WIB
2 Hari Pasca Terjun dari Lantai 6, Motif Mahasiswa FKUB di Malang Masih Diselidiki
Jumat 11-09-2026,20:38 WIB
Polres Situbondo Edukasi Warga dan Anak-Anak soal Bahaya Main Layang-Layang di Jalan
Jumat 11-09-2026,20:25 WIB
1.798 Peserta dari 19 Provinsi Ramaikan Extranas 2026 di Lamongan
Jumat 11-09-2026,20:15 WIB