Surabaya, memorandum.co.id - Pelarian Sariadi alias Ayik setelah enam bulan menjadi buronan kasus penganiayaan akhirnya terhenti di tangan tim Antibandit Polsek Sukolilo. Pria 25 tahun itu disergap tidak jauh dari tempat kosnya Jalan Medokan Keputih, Sabtu (30/1)dini hari. Sementara itu, satu pelaku berinisial UD masih dalam pengejaran petugas. Saat kejadian, UD turut serta membantu Ayik melakukam pengeroyokan terhadap Gatot Subroto (24), saat berteduh di warung kopi TK Bina Karya Jalan Medokan Semampir, pertengahan Juni 2020 lalu. "Benar kami berhasil amankan tersangka yang masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) kasus pengeroyokan pada Juni 2020 lalu. Tersangka Sariadi atau Ayik disergap anggota saat melintas tidak jauh dari rumah kosnya," kata Kapolsek Sukolilo Kompol Subiyantana, kemarin Minggu (31/1)sore. Subiyantana menjelaskan, kasus pengeroyokan ini bermula saat korban Gatot Subroto pulang dari kampus pada Minggu 14 Juni 2020 sekitar pukul 04.00, menuju ke rumahnya di Medokan Timur Dam V. Setiba di Jalan Medokan Semampir hujan mendadak turun cukup deras. Karena tidak membawa jas hujan, korban berinisiatif berteduh di gudang kayu tepi jalan. Sekitar 15 menit berselang, hujan reda. Gatot menuju motornya untuk melanjutkan perjalanan. Belum jauh dari lokasi, hujan kembali mengguyur hingga memaksa Gatot berteduh di warung kopi yang sudah tutup. Tidak disangka, saat memarkir motor, Gatot mendapati sekelompok pemuda yang menenggak miras. Kerena cuaca hujan deras, dia pun dengan terpaksa duduk disudut warung. Hal yang tidak diinginkan Gatot terjadi 20 menit berselang. Tersangka Ayik yang mengaku kenal dengan Gatot menawarkan miras jenis Arak Jawa itu. "Korban sempat menolak namun tetap dipaksa dan akhirnya korban minum sebanyak dua gelas. Namun tiba-tiba, korban dikeroyok oleh Ayik dan UD dengan alasan menolak gelas ketiga. Akibat pukulan itu, Gatot sempat tidak sadarkan diri hingga akhirnya pulang ke rumah," lanjut dia. Keesokan hari, korban didampingi keluarga melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukolilo. Dari laporan itu, petugas bergerak mengolah TKP. Sejumlah alat bukti berhasil diamankan termasuk rekaman closed circuit television (CCTV), di sekitar lokasi kejadian. "Selama dalam pencarian, anggota kami mempelajari CCTV dan olah data kebiasaan tersangka yang setiap satu bulan menemui keluarga di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto dan pergi bersembunyi lagi. Mereka sadar dicari polisi serta teman korban sesama perguruan silat," tandas dia. Namun upaya pihak kepolisian tidak sia-sia. Setelah memperoleh informasi jika tersangka berada di sekitar rumah kosnya, petugas menyebar di sejumlah titik yang akan dilalui tersangka. " Kami sergap tersangka di Jalan Medokan keputih tepat di dalam TPU blok makam Nasrani," pungkas Subiyantana. Sementara itu, dihadapan penyidik, tidak hanya sekali tersangka terjerat kasus hukum 2016 lalu, dia juga pernah mendekam di tahanan Polsek Sukolilo atas kasus yang sama. "Ya dulu pernah ditahan di sini (Sukolilo, red), pak. Saya keroyok orang juga karena mabuk," aku Ayik. Ayik mengaku, nekat mengeroyok korban karena sakit hati. Niatnya memberikan segelas miras mendapatkan penolakan dari korban. "Saya tawari baik-baik malah menolak. Kita kan beli ini (miras, red), pakai uang. Tinggal minum saja susah," pungkas Ayik.(fdn/udi)
Buron Pengeroyok Mahasiswa Keok
Minggu 31-01-2021,19:02 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 03-09-2026,16:48 WIB
MBG Makan Korban, Komisi A DPRD Jombang Minta SPPG Bermasalah Ditutup
Kamis 03-09-2026,15:21 WIB
Pasien JKN Tak Perlu Repot Lagi, BPJS Kesehatan Jember Terapkan Surat Kontrol Elektronik
Kamis 03-09-2026,16:42 WIB
Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG
Kamis 03-09-2026,14:50 WIB
PBSI Jombang Minta GOR Khusus Bulutangkis, Bupati Siap Inventarisasi Aset
Kamis 03-09-2026,20:41 WIB
Kemendagri Apresiasi Pemerataan Pendidikan di Kota Madiun
Terkini
Jumat 04-09-2026,11:11 WIB
Hasil RALB KPRI Sejahtera Dinilai Tak Beri Kepastian, FRMJ Desak APH Lanjutkan Penyelidikan
Jumat 04-09-2026,10:35 WIB
Fraksi PDIP DPRD Jatim Soroti Tambahan Rp1,23 Triliun di P-APBD 2026
Jumat 04-09-2026,10:30 WIB
6 Film Horor Indonesia yang Tayang di Bioskop September 2026, Ada Munafik dan Suanggi
Jumat 04-09-2026,10:16 WIB
KPK Telaah Dugaan Uang USD 400 Ribu di Kasus Kuota Haji, Nama Nusron Wahid Disebut
Jumat 04-09-2026,10:14 WIB