Surabaya, memorandum.co.id - Pasca pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung dan liburan akhir tahun, serta perayaan natal ternyata menjadi gejala meningkatnya pandemi Covid-19 di Jatim. Karena itu, anggota komisi E DPRD Jatim dr Benjamin Kristianto mendesak Dinas Pendidikan Jatim, Dinas Kesehatan Jatim mengevaluasi ulang rencana sekolah tatap muka awal 2021. “Setelah digelarnya pemilu, perayaan tahun baru, serta kegiatan natal yang berpotensi mengundang masyarakat bergerombol menjadi klaster pandemi Covid-19,” terang Benjamin, Minggu (3/1/2021). Politisi Partai Gerindra ini mempertegas, perhatian serius pemerintah dengan memperketat operasi yustisi protokol kesehatan menjadi sangat penting. “Biaya sangat murah menghadapi pandemi adalah melakukan protokol kesehatan (prokes), yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan sering cuci tangan memakai sabun,” tegas politisi yang juga dokter ini serius. Memastikan agar pelayanan tidak terganggu, kegiatan sekolah tetap berjalan, Benjamin mendesak dinas pendidikan dan dinas kesehatan menyampaikan untuk menunda pelaksanaan sekolah tatap muka. “Kalau pasca pemilukada, dan perayanaan tahun baru menimbulkan penderita Covid-19 meninggi, harusnya dilakukan evaluasi lebih ketat,” terang dia. Ia juga menjelaskan, sejauh ini banyak pejabat baik tingkat pusat, maupun kepala daerah yang terserang Covid-19. Ia menyebutkan pelaksanaan protokol kesehatan, mulai membuat masyarakat jenuh. “Sehingga mereka lalai menjalankan protokol kesehatan. Padahal prokes sangat penting mencegah pandemi,” tutur dia. Benjamin mengingatkan, warga Jatim untuk kembali patuh menjalankan protokol kesehatan. Upaya ini untuk menurunkan jumlah warga yang terpapar virus corona. “Tetap harus disiplin prokes,” tegas dia. Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengumumkan hasil test swab PCR positif Covid-19. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengaku tanpa gejala meski beberapa hari belakangan masih melakukan sejumlah kegiatan luar kota maupun di Gedung Negara Grahadi. Gubernur Khofifah juga meminta kepada siapapun yang sempat melakukan kontak erat sejak 27 Desember 2020 untuk melakukan pemeriksaan. Hal tersebut dikemukakan Gubernur Khofifah dalam video pribadinya yang diunggah di sejumlah media sosial. “Kagem sedanten derek se-Jawa Timur, secara reguler di Pemprov Jatim kami memang selalu melaksanakan swab PCR. Tangggal 31 malam saya termasuk yang ikut kembali melakukan swab secara kolektif dan tanggal 1 (Januari 2021) hasilnya ternyata saya dinyatakan positif covid-19,” tutur Khofifah, Sabtu (2/1/2021). Khofifah meminta semua yang melakukan kontak erat erat dengan dirinya, terhitung 27 Desember 2020 untuk melakukan swab. “Ini menjadi bagian dari kehati-hatian kita semua,” jelas Khofifah. (day/fer)
Pandemi Covid-19 Menggila, Dewan Minta Evaluasi Sekolah Tatap Muka
Minggu 03-01-2021,19:46 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 23-01-2026,21:57 WIB
Pendapatan Negara Jawa Timur 2025 Tembus Rp 253 Triliun Ditopang Pajak dan PNBP
Sabtu 24-01-2026,07:53 WIB
Profil Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, Dandim 0824/Jember: Segudang Pengalaman Tempur dan Akademik
Jumat 23-01-2026,22:31 WIB
Anggota PJR Polda Jatim Ciduk Pencuri Kabel Jembatan Suramadu
Jumat 23-01-2026,22:24 WIB
Berkas Perkara Dilimpahkan PN Surabaya, Permadi Wahyu Akan Jalani Sidang Perdana
Sabtu 24-01-2026,12:46 WIB
103 Jukir Liar Diciduk Sat Samapta Polrestabes Surabaya Sejak 19 Januari 2026
Terkini
Sabtu 24-01-2026,20:12 WIB
Bupati Situbondo Sebut 1.500 Jiwa Terisolir Akibat Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang
Sabtu 24-01-2026,19:59 WIB
Yayasan Kemala Bhayangkari Kediri Kota Gelar Seminar Parenting Dorong Keluarga Tangguh Berkarakter
Sabtu 24-01-2026,19:37 WIB
Artotel TS Suites Surabaya Gelar Pameran Hidden Potion Tampilkan 26 Karya Seniman Kontemporer
Sabtu 24-01-2026,16:58 WIB
Tongkat Komando Kodim 0824/Jember Berpindah ke Letkol Rifqi Syuhada Perwira Eks Kopassus
Sabtu 24-01-2026,16:52 WIB