Jember, Memorandum.co.id – Ketenangan warga Pantai Selatan Paseban Jember terusik oleh penambangan pasir besi. Warga sepakat menolak adanya penambangan pasir besi di lingkungan mereka. Pembina Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel) Desa Paseban, Kencong, Lasidi Agung Santosa meminta kepada pemilik bangunan mirip pos penjagaan, agar segera datang ke kantor desa untuk mengambil bangunan dan memberikan penjelasan kepada warga. "Kami tunggu itikad baiknya, sampai saat ini barang tersebut masih utuh dan tidak rusak, pihak warga dan pemerintah desa hanya berwenang mengevakuasi saja," kata mantan Kepala Desa Paseban saat ditemui media ini di rumahnya, Minggu, (27/12/2020). Menurut Lasidi, polemik penolakan pertambangan pasir yang memicu bentrok antar warga, dimulai sejak tahun 2008 hingga tahun 2015. Ketegangan mereda setelah ada kesepakatan dengan DPRD dan Bupati Jember dr Faida yang getol menolak tambang emas blok silo dan pasir besi di Kencong. "Masyarakat sudah mulai rukun dan tenang antar warga tidak ada bentrok, namun belakangan mulai muncul lagi polemik perseteruan antar warga yang mayoritas menolak tambang pasir besi setelah beredarnya surat yang mengijinkan PT ADS melakukan penambangan pasir besi,” ungkap Lasidi. Sebelumnya, pada 18 Desember 2020 lalu, warga Paseban menggelar aksi demo menolak penambangan pasir besi. Sebuah bangunan yang mirip posko di pesisir Pantai Kedung Garinten Paseban diangkut warga ke Kantor Desa Paseban. Terpisah, Kapolsek Kencong AKP Adri Santoso, saat di konfirmasi media ini melalui sambungan telepon selulernya, mengaku juga tidak mengetahui kepemilikan bangunan yang menyerupai pos penjagaan tersebut. "Nggak weroh, ora ngerti takon pak tinggi dewe wes. Upayane, yo masyarakat ben tenang ben ojo griduh (tidak tahu, tidak mengerti, tanya kepala desa sendiri saja, agar masyarakat tenang dan tidak rebut)," ujar Kapolsek Kencong. (edy/gus)
Warga Desa Paseban Terusik Penambangan Pasir Besi
Senin 28-12-2020,06:08 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 25-02-2026,17:33 WIB
10 Resep Simpel Menu Takjil Buka Puasa Ramadan di Surabaya, Bisa untuk Ide Jualan
Rabu 25-02-2026,14:40 WIB
Jukir ATM BCA Kapas Krampung Surabaya Ancam Bunuh Nasabah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Rabu 25-02-2026,15:57 WIB
Kejati Jatim Hentikan Kasus Guru GTT Rangkap Pendamping Desa, Kerugian Rp118 Juta Dikembalikan
Rabu 25-02-2026,15:27 WIB
Longsor di Jalur Bromo, 7 Motor Pengunjung Tertimbun
Rabu 25-02-2026,14:47 WIB
Kasus KBS Masuk Tahap Penyidikan, Potensi Kerugian Negara Ditaksir di Atas Rp7 Miliar
Terkini
Kamis 26-02-2026,09:09 WIB
Ungguli DKI dan Jabar, Jatim Jadi Provinsi dengan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terbanyak 2025
Kamis 26-02-2026,09:07 WIB
Darurat Bullying di Surabaya, Psikolog Tekankan Pentingnya Psychological Safety dan Kolaborasi Lintas Lini
Kamis 26-02-2026,09:00 WIB
Anak Haram Suamiku: Pengakuan Resmi yang Menyakitkan (2)
Kamis 26-02-2026,08:57 WIB
Laga Emosional di GBT, Kebahagiaan Bernardo Tavares Berhasil Kalahkan Mantan Tim
Kamis 26-02-2026,08:47 WIB