Tulungagung, memorandum.co.id - Penebangan pohon-pohon Sono Keling di sepanjang Jalan Nasional wilayah Kecamatan Sumbergempol, diduga illegal. Sebab penebangan dilakukan tergesa-gesa. Apalagi setelah truknya terisi puluhan batang Sono Keling segera bergegas meninggalkan lokasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung Santoso ketika meninjau lokasi mengakui memang sebelumnya menerima surat pemberitahuan permohonan perampasan atau perapian pohon di wilayah tersebut. Namun sampai sekarang si pemohon belum berkoordinasi, dan tiba-tiba sudah melakukan kegiatan tersebut. Pihaknya menilai aktivitas ini sudah pada tahap penebangan ilegal, karena dipotong sampai habis. "Kita memang ada surat tembusan untuk perapian pohon di wilayah sini. Dan itu saya anggap wajar karena ini musim hujan. Tapi pemohon ini belum pernah koordinasi sama sekali. Padahal di surat itu ada izin permohonan koordinasi," ungkapnya, Senin (7/12/2020). Oleh sebab itu Santoso akan berkoordinasi dengan satker yang mengeluarkan izin dan aparat penegak hukum (APH), untuk melaporkan dugaan pembalakan liar ini. "Akan kita usut. Kita koordinasikan dengan satker dan APH," tegasnya. Sementara seorang warga berinisial SS, mengaku melihat penebangan pohon dilakukan pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 13.00. "Ya tidak nanya, wong ada petugas ikut mengatur lalu lintas. Saya tahunya cuma mesin gergaji nyala dan pohon-pohon Sono Keling saja yang dipotong. Pohon lainnya seperti Sengon Laut dan Asem tidak dipotong," terangnya. Terpisah, Ketua PPLH Mangkubumi Kabupaten Tulungagung Muhammad Ikhwan menyebut, ada indikasi penebangan tersebut tidak resmi. Sebab dirinya mendapatkan informasi usai dipotong, batang pohon langsung diangkut oleh truk, sedangkan ranting-rantingnya dibiarkan berserakan. Selain itu pihaknya melihat kondisi pohon Sono Keling tidaklah membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat. "Kalau alasannya membahayakan harusnya semua pohon. Tapi ini kan hanya Sono Keling saja. Harusnya kalau resmi itu batangnya diamankan di polsek, bukan dibawa kabur. Saya yakin ini bermasalah," tegas Ikhwan. (fir/mad/fer)
Penebangan Sono Keling di Tulungagung Diduga Illegal
Senin 07-12-2020,19:57 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,16:53 WIB
Puluhan Jurnalis Kediri Riding Wisata, Bantu Pemkot Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Sabtu 31-10-2026,14:36 WIB
Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Lewat Program Mantap Bergerak di Ngawi
Sabtu 31-10-2026,12:57 WIB
Gagal Curi Motor di Tempat Hajatan, Polres Ngawi Amankan Residivis Bermodal Kunci Duplikat
Sabtu 31-10-2026,17:57 WIB
Pelaku Penusukan di Jembatan Nginden Ternyata Warga Luar Pulau, Ditemukan Tewas di Sungai Jagir
Sabtu 31-10-2026,18:37 WIB
Parade Juang Surabaya 2026, Dishub Surabaya Siapkan 14 Kantong Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas
Terkini
Minggu 01-11-2026,09:17 WIB
Utamakan Preemtif, Operasi Patuh Semeru Polres Bangkalan Kedepankan Edukasi dan Bagi-Bagi Cokelat Gratis
Minggu 01-11-2026,09:01 WIB
Pesan Menteri ATR/Kepala BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik
Minggu 01-11-2026,08:57 WIB
Ketekunan Berbuah Manis, PMR Wira SMKN 1 Jember Sabet Juara Umum AMERTA 2026 di Markas PMI Jember
Minggu 01-11-2026,08:28 WIB
Estafet Kepemimpinan Baru, Hairul Syapril Sholeh Siap Rawat Solidaritas IKAPMII Jember
Minggu 01-11-2026,08:24 WIB