Lamongan, memorandum.co.id - "Pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Lamongan nanti akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena masih di masa pandemi Covid-19. "Beberapa tahapan saat di TPS juga harus menerapkan protokol kesehatan. Dan hari ini kami menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait pemungutan suara dan penghitungan suara dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali. Rabu (2/12). Saat datang ke TPS, terang Mahrus, para pemilih akan diminta untuk mengantri di luar dengan tetap menjaga jarak aman. Kemudian, petugas mengimbau pemilih untuk mencuci tangan dan menggunakan masker serta mengecek suhu tubuh pemilih sesaat sebelum masuk TPS. "Selanjutnya pemilih wajib mengisi formulir C, daftar hadir-KWK, kemudian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) memberikan sarung tangan kepada pemilih," terangnya. Setelah itu, papar Mahrus, pemilih menunggu giliran dipanggil di kursi yang telah disediakan. Lalu pemilih menyerahkan formulir C, pemberitahuan-KWK dan e-KTP atau surat keterangan kepada KPPS 4 dan setelah itu Ketua KPPS memanggil pemilih untuk mengambil surat suara dan pemilih memeriksa kondisi surat suara sebelum menuju bilik suara. "Pemilih menggunakan hak pilihnya dengan alat coblos yang telah disediakan, kemudian mencoblos satu kali pada kolom yang berisi nomor urut, pas foto, dan nama pasangan calon. Berikutnya pemilih memasukan surat suara ke dalam kotak sesuai jenis pemilihan dipandu oleh KPPS ," paparnya. Selesai menggunakan haknya, tambah Mahrus, pemilih kemudian membuka sarung tangan dan membuang sarung tangan ke tempat sampah yang telah disediakan di dekat meja KPPS. Setelahnya, pemilih akan diteteskan tinta ke salah satu jari dan petugas di pintu keluar TPS akan memberitahu bahwa setelah memilih wajib untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. "Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Lamongan saat ini adalah 1.038.756 pemilih," tambahnya. Hal lain yang membedakan pelaksanaan pemungutan suara dalam pilkada serentak kali ini adalah tinta. Penandaan usai menggunakan hak suara dilakukan dengan cara tinta diteteskan dan bukan dicelup seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya. "Hal lain yang beda adalah, penggunaan thermal gun dimana pemilih yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius akan disediakan bilik khusus," pungkasnya. (cw2/har/udi)
KPU Simulasikan Tata Cara Pemilihan di Masa Pandemi
Rabu 02-12-2020,16:17 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-02-2026,16:54 WIB
Ini Bocoran Kode Redeem Fish It Roblox Terbaru Februari 2026
Rabu 04-02-2026,18:04 WIB
Touring Tiga Negara, HDCI Gaungkan Indonesia Sports Tourism ke Dunia
Rabu 04-02-2026,19:41 WIB
WNA Malaysia Diadili di PN Surabaya, Sabu 60 Kilogram Disembunyikan di Apartemen MERR
Rabu 04-02-2026,17:28 WIB
Perhutani KPH Nganjuk Bersinergi Lestarikan Sumber Mata Air Plawon
Rabu 04-02-2026,19:04 WIB
Anak 13 Tahun di Surabaya Alami Perundungan, Polisi Periksa 12 Saksi
Terkini
Kamis 05-02-2026,15:57 WIB
Truk Jumbo Menjamur Parkir di Semut Baru, Dugaan Pungli Menguat
Kamis 05-02-2026,15:54 WIB
Biro Hukum Pemprov Ajukan Penundaan Pemeriksaan Gubernur Khofifah ke KPK
Kamis 05-02-2026,15:50 WIB
Masih di Bawah Umur, Remaja Keroyok Kakak Tiri Bersama Ayah di Kebomas Gresik Dilimpahkan ke Bapas
Kamis 05-02-2026,15:47 WIB
Gelontorkan Rp144,8 Miliar ke Desa, Bupati Warsubi Pacu Pembangunan 2026
Kamis 05-02-2026,15:43 WIB