SIDOARJO -Menyikapi hasil Pemilu 2019, yang diumumkan komisi pemilihan umum (KPU) pada 22 Mei 2019 nanti, dibutuhkan kedewasaan sikap terkait hasil akhir perolehan suara. “Kedewasaan sikap menunjukan Bangsa Indonesia adalah negeri yang santun, para elit politiknya bisa menjadi teladan. Pemilu itu hanya lima tahunan, kalau tidak puas akan hasilnya, tinggal tunggu lima tahun kemudian, kalau tidak puas juga ada koridornya. Bisa melalui Bawaslu, melalui Mahkamah Konstitusi. Jangan di luar aturan, yang di luar konstitusi,” ujar Ahmad Firdausi, Cendekiawan Muslim asal Sidoarjo. Sekretaris Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren) Jawa Timur ini menuturkan, seluruh pihak harus melihat bahwa keutuhan negara lebih utama. Dibutuhkan kedewasaan sikap, bahwa kalah dan menang dalam kontestasi itu biasa. “Jangan sampai kita yang kalah terus melakukan gerakan-gerakan inkonstitusional, seperti gerakan people power,” tegasn dia. Gerakan people power menyikapi proses demokrasi dalam Pemilu 2019, menurutnya, seolah gerakan yang terencana dari salah satu pihak yang tidak terima. Namun, gerakan ini jelas mengganggu stabilitas negara. Karena people power (penggerakan massa) itu jelas rentan menimbulkan gesekan, kerusuhan, dampaknya adalah terganggunya keamanan serta kenyamanan masyarakat. Saat ini, lanjut dia, kita sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan dan akan menyambut Idul Fitri. Jadi tidak perlu terprovokasi ikutan gerakan people power. “Marilah saling menahan diri, untuk kembali hati yang fitrah. Bersama-sama kembali membangun Indonesia menuju kejayaannya,” pesan lulusan Ilmu Politik Universitas Airlangga tersebut. Penolakan people power juga diutarakan kalangan mahasiswa di Sidoarjo. Presiden BEM Unusida Rifaul Doni menilai people power adalah gerakan ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu 2019 yang menyalahi koridor konstitusi. “Bagi yang kalah jika tidak puas seharusnya melalui mekanisme-mekanisme. Apakah harus dilalui dengan pengerahan massa besar-besaran. Toh menurut kami, Pemilu 2019 sudah berjalan dengan jurdil dan sesuai aturan,” ujar dia. Di Kabupaten Sidoarjo, Rifaul mengapresiasi pelbagai tahapan hingga pascarapat pleno Pemilu 2019 sampai ke tingkat propinsi pun telah berjalan jujur, adil dan sukses. “Marilah kita, khususnya generasi muda bangsa, menjadi penyemangat untuk pentingnya bersatu dan guyub rukun kembali. Persoalan membangun Tanah Air jauh lebih penting dari pada ikutan people power,” katanya.(jok/tyo)
Soal People Power, Cendekiawan Ajak Masyarakat Bersikap Dewasa
Senin 13-05-2019,14:28 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 30-03-2026,23:23 WIB
Khofifah Beberkan Capaian Jatim 2025: Ekonomi Tumbuh 5,33 Persen, Investasi Tertinggi 6 Tahun
Senin 30-03-2026,19:14 WIB
Cegah Stunting dari Desa, Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik
Senin 30-03-2026,21:03 WIB
Jelang MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gotong Royong Bersihkan Dapur
Senin 30-03-2026,23:17 WIB
Gresik Gandeng Dunia Usaha Cegah Stunting, Enam Desa di Manyar Jadi Sasaran Program
Senin 30-03-2026,23:00 WIB
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Diagnosis Akhir Campak dengan Gangguan Jantung-Otak
Terkini
Selasa 31-03-2026,16:35 WIB
Pemerintah: Belum Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang
Selasa 31-03-2026,16:23 WIB
Waspada Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Waspada Kenali Modus Link Palsu
Selasa 31-03-2026,16:13 WIB
Polres Gresik dan Bapanas Sidak Harga Bapokting Pasca-Lebaran di Pasar Baru, Cabai Masih Mahal
Selasa 31-03-2026,15:57 WIB
Stan Banyak Disewakan Tanpa Perjanjian, PD Pasar Surya Diduga Rugi hingga Miliaran Rupiah
Selasa 31-03-2026,15:51 WIB