Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

KONI Jatim Panggil Delapan Cabor, Matangkan Persiapan PON Bela Diri 2026

KONI Jatim Panggil Delapan Cabor, Matangkan Persiapan PON Bela Diri 2026

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil memimpin rapat koordinasi ketua 8 cabor yang mengikuti PON Bela Diri--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur,  mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026.

Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan koordinasi intensif dengan delapan cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada ajang tersebut.

BACA JUGA:Tatap Porprov 2027, KONI Jatim Tinjau Kondisi Fasilitas Olahraga


Mini Kidi Wipes.--

Koordinasi berlangsung di Kantor KONI Jatim pada 2–3 Juni 2026. Dalam pertemuan itu, KONI Jatim membahas berbagai aspek persiapan, mulai dari penentuan pelatih dan atlet, program penguatan latihan, pemetaan kekuatan lawan, jumlah nomor pertandingan yang diikuti, hingga target perolehan medali.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan seleksi ketat terhadap atlet yang akan diberangkatkan ke PON Bela Diri 2026.

BACA JUGA:KONI Jatim Jalin Kerja Sama dengan Konjen Jepang Fokus Pengembangan Bela Diri

Menurutnya, hanya atlet yang memiliki rekam jejak meraih medali emas atau minimal perak di level nasional yang berpeluang masuk tim Jawa Timur.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari efisiensi anggaran sekaligus memastikan kontingen Jawa Timur diisi atlet yang benar-benar memiliki peluang meraih prestasi.

“Kalau standarnya hanya perunggu, tidak akan kami kirim untuk mengikuti PON Bela Diri. Targetnya adalah emas dan minimal perak. Di luar itu, mohon maaf, tidak kami usulkan menjadi peserta PON Bela Diri,” ujar Nabil, Rabu 3 Juni 2026.

BACA JUGA:Hadiri Pelantikan Pengprov PSTI, KONI Jatim Dukung Ide Liga Sepak Takraw

Nabil menegaskan bahwa PON Bela Diri bukan ajang untuk menambah pengalaman bertanding atau mencari jam terbang bagi atlet muda. Menurutnya, kompetisi ini merupakan ajang prestasi yang menuntut setiap daerah mengirimkan atlet terbaik.

Karena itu, proses rekrutmen atlet harus berdasarkan pencapaian yang terukur dan konsisten dalam berbagai kejuaraan.

“Tidak ada istilah mencari jam terbang di sini. Tempatnya ada di event-event sebelumnya. Rekrutmen atlet juga tidak bisa dilakukan secara mendadak. Harus ada rekam jejak yang berkelanjutan dan konsisten meraih kemenangan,” katanya.

Sumber:

Berita Terkait