Mojokerto, memorandum.co.id - Jelang Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cerdas Memilih (GMCM) mengajak masyarakat untuk menciptakan pilkada bersih. Aktivis masyarakat peduli terhadap Mojokerto tersebut mengajak masyarakat memilih pemimpin bersih tanpa politik uang. Namun, sayangnya niat baik para pemuda tersebut dihalangi sejumlah oknum yang tidak bertangung jawab. Koordinator GMCM Wiwit Haryono mengatakan, sejumlah kegiatan yang sudah kami laksanakan disabotase oleh sekumlah oknum. Belasan banner seruan moral ajakan untuk memilih pemimpin bersih dirusak pada Senin (16/11/2020) malam. Aksi vandalisme oknum tidak bertanggung jawab tersebut dilakukan serentak di wilayah Kecamatan Jatirejo, Gondang, Dlanggu, Jatorejo, dan Pacet. Aksi ini sempat direkam oleh sejumlah warga setempat. Namun mereka tak kuasa melawan karena perusakan dilakukan dengan menggunakan senjata tajam. Tak hanya merusak, sejumlah aktivis menjadi korban intimidasi dari oknum masyarakat yang diduga bagian dari tim pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) bupati. Sekadar diketahui, banner-banner tersebut bertulis "Anda menerima politik uang maka masa depan Anda tergadaikan, Akankah nasib rakyat harus ditukar dengan segenggam beras dan selembar uang, rakyat adalah urusan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan, bukan melulu urusan pasir, batu, gragal dan aspal untuk jalanan, memberi ruang pada pemimpin korup = melanggengkan keserakahan dan kerakusan. Ia mengaku heran dengan aksi ini. Padahal ajakan memilih pemimpin bersih ini sifatnya netral dan tidak menyudutkan salah satu paslon. "GMCM secara kelembagaan terbukti netral dan tidak mengarahkan ke salah satu paslon. Dengan dasar hukum yang dilindungi UUD 1945, UU nomor 9 Tahun 1998 dan peraturan Kapolri Nonor 7 tahun 2012 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. "Banner kami berisi imbauan agar memilih pemimpin yang baik, yang tidak ada catatan hukum. Terus terang kami prihatin dengan tiga kali pemimpin Mojokerto semuanya berakhir di penjara, " tandasnya. Ia menambahkan, pihaknya merasa malu dengan track record pemimpinnya. "Karenanya kami memberikan pemaparan dan pemahaman agar masyarakat sadar dalam memilih pemimpin. Ini adalah gerakan moral dan legal," urainya. Katanya, bagi mereka yang menghalangi gerakan ini maka ada hukuman menanti yakni pidana satu tahun. Untuk menjaga tidak adanya money politic dalam pilkada, GMCM akan berkoordinasi dengan Bawaslu. Tujuannya untuk memastikan pilkada serentak 9 Desember berjalan tanpa politik uang. (war/fer)
GMCM Sesalkan Perusakan Banner Ajakan Pilkada Bersih
Selasa 17-11-2020,20:43 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 12-06-2026,12:58 WIB
Genjot Herd Immunity, Pemkab Situbondo Wajibkan Sertifikat Imunisasi untuk Masuk Sekolah
Jumat 12-06-2026,13:04 WIB
Viral, Mahasiswa Pukul Siswa SMP Saat Kerja Kelompok di Menganti Gresik Berakhir Damai
Jumat 12-06-2026,13:38 WIB
Pemkab Tulungagung Dukung SE 2026, 1.145 Petugas Sisir 143 Ribu Lebih Usaha
Jumat 12-06-2026,21:30 WIB
Sebar 400 “Mata Digital”, Imigrasi Surabaya Perketat Pengawasan Orang Asing Lewat APOA
Jumat 12-06-2026,15:36 WIB
Polisi Bongkar Sindikat Tipu Gelap Motor di Tulungagung, 3 Perempuan Ditangkap
Terkini
Sabtu 13-06-2026,11:12 WIB
Pasutri Asal Kawatan Diduga Terperosok Proyek Galian di Margorejo, Satu Meninggal Dunia
Sabtu 13-06-2026,10:20 WIB
Ribuan Warga Mojokerto Terima Paket Gula, PG Gempolkrep Perkuat Kepedulian Sosial saat Musim Giling
Sabtu 13-06-2026,09:26 WIB
Bhabinkamtibmas Bubulan Dorong Produktivitas Petani Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Sabtu 13-06-2026,09:20 WIB