Bangkalan, memorandum.co.id - Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mulai melandai. Direktur RSUD Syarifah Ambami dr Hj Nunuk Kristiani mulai memberlakukan kembali jam besuk pada pukul 11.00-13.00 untuk semua ruang instalasi rawat inap nonisolasi. Alasannya, pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit kini hanya tersisa 10 pasien. Bahkan, pandemi di 18 kecamatan sejak awal November sudah kembali berstatus zona kuning. Kini sedang bergerak menuju zona hijau. Meski begitu, Tim Satgas Penanganan Covid-19 di tingat kecamatan, tak mau kecolongan lagi. ”Kalau kita lengah, sebaran Covid-19 bisa melonjak lagi. Sebelum pandemi belum berakhir sepenuhnya,” kata Kapolsek Sepulu Iptu Buntoro SH, Minggu (15/11/2020). Itu sebabnya, giat sambang desa dengan door to door system (DDS), operasional Mobil Patroli Tangguh Covid-19 polsek, serta operasi yustisi gabungan, masih rutin digelar di semua lokasi keramaian publik. “Seperti Sabtu malam hingga Minggu dini hari, misalnya, tim Yustisi gabungan yang melibatkan anggota polsek, koramil (TNI AD, red), petugas trantib Kecamatan, dan petugas puskesmas, kembali turun ke lapangan,” tandas Buntoro. Kali ini, target sasaran utamanya menyisir semua pusat perbelanjaan seperti toserba, minimarket dan toko swalayan di sepanjang ruas Jalan Raya Sepulu. Terutama, deretan kafe dan warkop (warung kopi, red). ”Terutama kalangan remaja,” ungkap Buntoro. Misi Operasi Yustisi, sesuai arahan Kapolres AKBP Didik Hariyanto, SIK, menurut Buntoro, tetap fokus pada sosialisasi dan edukasi prokes, penegakan dan penindakan hukum bagi setiap pelanggar prokes. ”Harapan bapak kapolres harus kami tindaklanjuti di lapangan. Sebab itu amanah Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Terlebih, meski pandemi cenderung sudah melandai, tetapi belum sepenuhnya berakhir,” tegas Buntoro. Fakta di lapangan, masih banyak ditemui kalangan muda-mudi yang melanggar prokes. Rata-rata mereka tidak memakai masker. Juga berkerumun tanpa jarak ideal. ” Ya mereka kami edukasi. Ada juga yang kena sanksi sosial, seperti push up, mengucapkan teks Pancasila dan sanksi ringan lainnya,”pungkasBuntoro. (ras/fer)
Operasi Yustisi Gabungan Sasar Kafe dan Warkop
Minggu 15-11-2020,21:02 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,21:27 WIB
Pemkot Surabaya Tertibkan Lahan Kedung Cowek, Tegaskan Status Aset Daerah
Jumat 09-10-2026,11:31 WIB
Beroperasi Puluhan Tahun, Pemkot Surabaya Bongkar Gardu Pungli di Romokalisari
Jumat 09-10-2026,08:21 WIB
Layani Pembelian Ecer hingga Obral Hadiah, Toko Miras Cinzano Tabrak Aturan Pemkot Surabaya
Kamis 08-10-2026,21:17 WIB
16 Unit Outdoor AC Kenpark Hilang, Tiga Terdakwa Jalani Sidang di PN Surabaya
Kamis 08-10-2026,21:08 WIB
PSMP Jatim Tagih Tindak Lanjut Temuan BPK Puluhan Miliar di BUMD Lumajang
Terkini
Jumat 09-10-2026,20:48 WIB
Persik Kediri Tekuk Madura United 2-0, Brace Eduardo Barbosa Bawa Macan Putih Merangsek 5 Besar
Jumat 09-10-2026,20:38 WIB
Gol Penalti Alex Martins di Akhir Babak Pertama, Persebaya Unggul atas Isen Mulang Kalteng FC
Jumat 09-10-2026,20:28 WIB
40 Ruas Jalan Telah Dibenahi, Pemkab Lumajang Targetkan Perbaikan hingga 70 Persen
Jumat 09-10-2026,20:27 WIB
Manfret Fatem Tewas di Maybrat, Komandan OPM yang Dikaitkan dengan Gugurnya 2 Prajurit TNI AL
Jumat 09-10-2026,20:16 WIB