Mojokerto, memorandum.co.id - Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander memimpin apel bersama kesiapan tanggap bencana, Jumat (6/11). Apel bersama yang digelar di lapangan apel Polres Mojokerto diikuti unsur Forkopimda, Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, SH. MH, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH. Selain Forkopimda, apel juga diikuti personil TNI Polri, Satpol PP, BPBD, PMI, Tagana maupun unsur relawan se Kabupaten Mojokerto tersebut bertujuan untuk kesiagaan pesonil dan memastikan kesiapan, koordinasi, kerjasama antara pemerintah daerah, ormas serta seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi maupun mengantisipasi penanganan bencana di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dalam arahnya Kapolres mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan peringatan soal potensi adanya bencana alam yang bisa menerjang Indonesia dalam waktu dekat yaitu bencana hidrometeorologi. "Hydrometeorologi ini adalah suatu kelompok (jenis) bencana yang terkait dengan meteorologi dan klimatologi atau cuaca dan iklim yang sering dianggap sebagai bencana rutin di tanah air yaitu bencana banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, gelombang pasang dan angin puting beliung," jelas Kapolres. Menurut Kapolres, suatu anggapan yang salah tentang kejadian bencana ini yang dianggap bencana rutin sehingga kita seringkali lengah dan menyebabkan kerugian yang luar biasa besar. Secara kumulatif lebih besar dibandingkan dengan kelompok jenis bencana lainnya seperti bencana geologi (gempabumi, tsunami dan letusan gunung api), global warming atau pemanasan global yang saat ini mempengaruhi dunia telah menyebabkan bencana hidrometeorologi yang tadinya relatif mudah diprediksi menjadi semakin sulit diprediksi. Di samping dampak langsung dari bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan angin puting beliung, dampak ikutannya (collateral hazards) juga sangat merugikan seperti terganggunya distribusi logistik, gangguan produksi pertanian pangan (gagal panen), kebakaran dan kelaparan. Ancaman yang semakin besar ini harus kita hadapi dengan pengelolaan penanganan bencana secara lebih baik. "Pengelolaan yang baik artinya kita harus memahami ancaman, memahami kekuatan/kapasitas kita, kemampuan untuk memahami risiko dan mampu menetapkan prioritas penanganan untuk mengurangi risiko," paparnya. Hal ini dapat dilakukan dengan penetapan skala prioritas dalam penanggulangan bencana dengan membuat rencana kontinjensi. Rencana kontijensi ini merupakan rencana yang dinamis/hidup, artinya data yang digunakan untuk mendukung perencanaan sangat cepat berubah. Rencana ini juga akan berubah jika asumsi yang dipakai untuk skenario bencana yang meliputi besaran ancaman, waktu kejadian, dan pelaku berubah, maka rencana juga akan berubah dan perlu dilakukan review. Berdasarkan rencana kontinjensi ini dilakukan latihan-latihan berupa simulasi dan gladi untuk memastikan semua yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. "Harapan kita bersama bahwa wilayah hukum Polres Mojokerto dalam keadaaan aman kondusif, dan terbebas dari bencana alam," pungkasnya.(no)
Polres Mojokerto Gelar Apel Kesiapan Tanggap Bencana
Jumat 06-11-2020,14:47 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,21:00 WIB
Bosan Setelah Silaturahmi Lebaran? Film ‘Na Willa’ Jadi Rekomendasi Tontonan Keluarga 2026
Minggu 22-03-2026,00:00 WIB
Jangan Dilewatkan! Ini Rekomendasi HP di Bawah Rp 5 Juta yang Cocok Dibeli Pakai THR Lebaran 2026
Minggu 22-03-2026,01:00 WIB
Packing Barang di Motor dalam 15 Menit: Teknik Penataan Tas agar Tidak Bongkar Pasang saat Butuh Barang Cepat
Sabtu 21-03-2026,22:00 WIB
Tips Makan Sehat saat Lebaran 2026, Tetap Nikmati Hidangan Tanpa Penyakit!
Sabtu 21-03-2026,23:00 WIB
Jangan Sampai Lupa! Ini Perlengkapan Penting saat Liburan ke Air Terjun
Terkini
Minggu 22-03-2026,20:41 WIB
Remaja di Dupak Surabaya Dibacok saat Malam Idulfitri 2026, Polisi Buru Pelaku
Minggu 22-03-2026,19:19 WIB
Gerbang Tol Warugunung Jadi Titik Terpadat, Antrean Capai 500 Meter saat Puncak Mudik
Minggu 22-03-2026,19:13 WIB
Riyayan di Rumah Gubernur Jatim Diserbu Warga, UMKM Ikut Panen Berkah
Minggu 22-03-2026,18:10 WIB
Prabowo Tegaskan Hilirisasi Tetap Prioritas di Tengah Perjanjian Tarif AS
Minggu 22-03-2026,18:05 WIB