Tulungagung, memorandum.co.id - Polres Tulungagung memiliki beragam strategi untuk memastikan aksi unjuk rasa bisa berjalan lancar sesuai prosedur. Di antaranya memaksimalkan fungsi intelijen, memaksimalkan fungsi satbinmas dan satsabhara. Selain itu, Polres Tulungagung juga memaksimalkan peran Srikandi Astuti, dengan menjadikannya tim negosiator dan Asmaul Husna. Tim berasal dari Polwan Polres Tulungagung, selama ini berperan dalam sejumlah kegiatan yang diadakan oleh polres. Satu ciri khas Srikandi Astuti dalam bertugas adalah mengenakan jilbab putih. Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neny Sasongko mengatakan, ada 35 personel polwan tergabung dalam tim negosiator dan Asmaul Husna. “Kita ada kurang lebih 35 personel, yang biasanya disiagakan sesuai kebutuhan juga,” terangnya, Senin (12/10/2020). Neny menjelaskan, sesuai arahan Kapolres Pandia, dalam bertugas di lapangan Srikandi Astuti selalu mengedepankan sisi humanisnya agar bisa lebih dekat dengan peserta unjuk rasa. "Mulai dengan membaca Asmaul Husna di saat apel maupun saat pelaksanan unjuk rasa. Kemudian melaksanakan negosiasi jika diperlukan, dan memberikan imbauan protokol kesehatan maupun membagi-bagikan air serta permen kepada peserta unjuk rasa," tutur dia. Sehingga, kata Neny, unjuk rasa bisa tetap berlangsung, namun dengan aman dan damai tanpa berujung anarkis. “Kita kedepankan sisi humanis saat bertugas. Misalnya dengan membagi-bagikan air minum, kemudian kita berikan imbauan agar aksi berjalan damai dan lain-lain,” ungkapnya. Strategi ini cukup berhasil dilakukan. Sebab dengan adanya keterkaitan antara peserta aksi masa dan pihak kepolisian, maka mereka tetap bisa menyampaikan pendapatnya, namun dengan tetap mematuhi prosedur yang ada dan tidak anarkis. “Sejauh ini unjuk rasa berjalan damai dan tidak sampai terjadi kericuhan maupun aksi anarki. Unjuk rasa tetap berjalan tapi tidak rusuh,” tuturnya. Selain ikut mengamankan proses unjuk rasa, Srikandi Astuti juga memiliki tugas lain, yakni membantu tugas satlantas dalam kesehariannya mengatur lalu lintas. Namun di era pandemi seperti ini, kegiatan yang diutamakan adalah bagi-bagi masker dan memberikan sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan. “Untuk kegiatan lain seperti bagi-bagi masker dan sosialisasi jaga jarak masih kita laksanakan dengan terus menerus,” pungkasnya. (fir/mad/fer)
Srikandi Astuti, Sang Negosiator dan Asmaul Husna untuk Penyejuk Pendemo
Senin 12-10-2020,20:26 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 02-04-2026,15:41 WIB
R&D Pariwisata: Investasi Cerdas Menuju Indonesia sebagai Episentrum Wisata Global
Kamis 02-04-2026,17:54 WIB
Ketua Aktivis LM di Nganjuk Jalani Tahap II Dugaan Penggelapan di Kejaksaan
Kamis 02-04-2026,16:06 WIB
Kompensasi TPA Klotok Tak Kunjung Cair, Warga Terdampak Datangi Kantor UPT
Kamis 02-04-2026,23:17 WIB
Efek Raditya Dika, Kartu Pos Kembali Menjadi Tren di Era Digital
Kamis 02-04-2026,14:44 WIB
Implementasikan Efisiensi Energi, Bupati Lamongan Berlakukan WFH Selektif Setiap Jumat
Terkini
Jumat 03-04-2026,12:00 WIB
Mudah Lelah Tanpa Sebab? Itu Sinyal Tubuh Lelah Secara Mental, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya
Jumat 03-04-2026,11:14 WIB
Jamin Kenyamanan Umat, Polres Pasuruan Siagakan Personel saat Misa Kamis Putih
Jumat 03-04-2026,11:10 WIB
PLN Indonesia Power UBP Grati Perkuat Jaringan Komunikasi Bersama Stakeholder
Jumat 03-04-2026,11:05 WIB
Ada Gangguan Kantibmas, Masyarakat Silakan Lapor di Call Center 110, Polres Pasuruan Bakal Respons Cepat
Jumat 03-04-2026,10:47 WIB