Surabaya, memorandum.co.id - Satu di antara tiga pelaku pembunuhan terhadap Arif Krisyanto (28), di Dusun Terongdowo, Sukoreno, Prigen, Kabupaten Pasuruan, dinyatakan reaktif setelah rapid test di Mapolda Jatim pasca ditangkap. Tersangka yang kini menjalani isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Mapolda Jatim itu yakni Muslik alias Codet, (34). Pria asal Dusun Klabangan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu berperan mengantar Kholis (36), pelaku utama membalas dendam kepada korban karena berselingkuh dengan Khusnul (25), istrinya. Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, sebelum dimasukkan ke sel bersama tahanan lainnya, tahanan baru wajib rapid test sebanyak dua kali dan bila hasilnya reaktif akan menjalani perawatan di rumah sakit. "Jika hasilnya reaktif akan langsung dilakukan perawatan khusus sembari menunggu kesehatannya membaik atau hasil tes swabsebanyak dua kali negatif Covid-19. Sedangkan bila nonreaktif akan di ditepatkan di tahanan terpisah dengan tahanan lainnya selama 14 hari di Dittahti (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti)," kata Trunoyudo, Rabu (23/9/2020). Alumni Akpol 1995 itu membenarkan bahwa salah satu tersangka kasus pembunuhan di Kabupaten Pasuruan hasil rapid test menunjukkan reaktif. "Iya benar satu tersangka (Muslik) reaktif, oleh sebab itu kemarin cuma dua tersangka yang kita rilis. Sejak hasil rapid test keluar tersangka telah mendapat perawatan," tutur Truno. Sementara itu, Dirtahti Polda Jatim AKBP Deny Abrahams menjelaskan bahwa ruang tahanan di Dittahti Polda Jatim telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid -19 mulai dari menyemprotkan disinfektan, dan membagikan masker kepada setiap tahanan. "SOP ini kami terapkan guna mencegah penyebaran mata rantai Covid-19. Setiap tahanan saat mengikuti kegiatan senam, ruang selnya kami lakukan penyemprotan disinfektan," ucap Deny. Masih kata dia, semenjak Covid-19 mewabah, untuk jam besuk tahanan diubah virtual melalui aplikasi Simatahati. Dari aplikasi tersebut, keluarga tahanan dapat memilih tanggal dan jam agar bisa mengobrol dengan tahanan. "Untuk saat ini, para keluarga dapat melakukan video call dengan tahanan dari rumah. Namun ke depannya aturan itu akan diubah untuk meminimalisir terjadinya percakapan yang tidak seharusnya," pungkas mantan Kapolres Flores Timur Polda NTT ini. (iah/fer)
Satu Tersangka Pembunuhan di Pasuruan Reaktif
Rabu 23-09-2020,18:18 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 03-10-2026,07:37 WIB
Kembali ke Jatim, Irjenpol Dekananto Eko Purwono Dipercaya Jadi Kapolda
Jumat 02-10-2026,22:33 WIB
Nyamar Jadi Pembeli, Satpol PP Kota Surabaya Segel Outlet DrinkinQ di Barata Jaya
Jumat 02-10-2026,20:31 WIB
Terjatuh ke Ruang Lift Lantai Lima Gedung Fukumi, Pria Asal Pasuruan Selamat
Jumat 02-10-2026,17:55 WIB
Prabowo Lantik Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa Wakil Ketua Wantimpres
Jumat 02-10-2026,21:10 WIB
Aset Rp 846 Miliar Disita, Sidang Perdana Febrie Adriansyah Digelar 7 Oktober 2026
Terkini
Sabtu 03-10-2026,16:44 WIB
Pemuda Tergeletak Penuh Luka di Jalan, 3 Pelaku Pengeroyokan Diringkus Polisi
Sabtu 03-10-2026,16:24 WIB
Kawal Asta Cita, Polsek Randuagung Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga Desa Tunjung
Sabtu 03-10-2026,15:54 WIB
Terseret Pungli, Pemkot Surabaya Bebastugaskan Oknum Lurah dan Pecat 4 Pegawai DLH
Sabtu 03-10-2026,14:54 WIB