Oleh: Ali Murtadlo Begitu Syekh Ali Jaber ditusuk saat ceramah di Masjid Falahuddin Lampung Ahad kemarin, bermunculan aneka komentar. Termasuk yang ini: "Biasanya kalau yang ditusuk ulama, pelakunya orang gila. Tapi, kalau yang ditusuk pejabat, pelakunya teroris atau radikal," tulis sebuah komentar di WA Group saya. Langsung dapat komentar berikutnya: "Yang nusuk Wiranto dicap teroris. Yang nusuk ulama dicap gila." Tentu masih banyak komentar lainnya, termasuk dari para tokoh agama seperti MUI, tokoh sesama da'i, dan juga para pejabat. Saya pilihkan di atas karena betapa sensitifnya masalah ini. Sinyal kejengkelan umat sehingga bermunculan komentar sanepo, pasemon, sindiran seperti di atas. Karena sudah hafal dengan komentar gila yang biasa didengar, maka hampir semua yang berkomentar meminta kepada polisi agar jangan cepat-cepat menyimpulkan pelakunya gila. "Kepada Polri, agar tidak mudah menerima pengakuan dan kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang gila sebagaimana sering terjadi di masa lalu yang hingga sekarang tidak ada kejelasan," kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Prof Din Syamsuddin. Tak hanya Din, hampir semua yang berkomentar berpesan khusus, agar polisi tidak bergegas menggilakan pelakunya. "Kita tidak boleh sembrono untuk menyimpulkan pelakunya gila," kata Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin kepada Detikcom. Syekh Ali Jaber sendiri menyatakan tidak terima jika pelakunya dianggap gila. "Mohon maaf saya tidak terima jika pelakunya dianggap gila. Dia sangat berani dan seperti terlatih," katanya. Bahkan, Partai Demokrat menyarankan Polri untuk melibatkan ahli jiwa. "Jangan tergesa judgement. Perlu bertanya kepada ahli jiwa sehingga kesimpulannya akurat," kata anggota Fraksi Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan yang dari Demokrat ini. Menkopolhukam Mahfud MD sependapat agar aparat tidak tergesa menyatakan gila. "Kami belum percaya meski ada pengakuan dari keluarga. Kami akan tahu dia sakit jiwa setelah diselidiki," katanya lewat Instagram akun @mohmahfudmd Senin ini. Menag Fachrul Razi yang baru slip of the tongue "anak muda yang good looking, yang hafidh Quran, yang jadi imam masjid bisa jadi pintu masuk radikalisme" juga berkomentar. "Saya sangat prihatin dengan yang menimpa Syekh Ali Jaber. Ini kriminal, harus ditindak tegas. Jangan terprovokasi, percayakan kepada petugas," katanya. Mahfud MD dan Fachrul Razi harus membaca komentar sanepo yang membandingkan penusuk gila dan penusuk radikal adalah sindiran. Umat tidak mau mendengarnya itu lagi seperti penolakan keras terhadap statemen "anak muda good looking yang radikal" itu. Lelah mendengarnya. Lelah memperbincangkannya. Kita pilih yang rahmatan lil 'alamin saja. Yang peaceful saja. Cool! Ali Murtadlo, Kabar Gembira Indonesia (KGI)
Penusuk Gila
Senin 14-09-2020,17:01 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 20-04-2026,09:02 WIB
Warga Surabaya Keluhkan Selisih Pembayaran Tilang Elektronik
Senin 20-04-2026,18:32 WIB
LSM Siti Jenar Surati DPP PKB Terkait Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Situbondo
Senin 20-04-2026,08:09 WIB
Catat! Ini Prosedur dan Batas Waktu Pengambilan Kembalian Denda Tilang ETLE di Surabaya
Senin 20-04-2026,06:04 WIB
Arsenal Tumbang di Etihad, Arteta Tegaskan Perburuan Gelar Liga Inggris Belum Berakhir
Senin 20-04-2026,06:55 WIB
Muscab PPP Mojokerto Panaskan Mesin Politik, Arif Winarko Dorong Kader Turun ke Pesantren
Terkini
Senin 20-04-2026,23:11 WIB
DPRD Gresik Gelar Rapat Tertutup, Minta Klarifikasi Pemkab Soal Polemik SK ASN Palsu
Senin 20-04-2026,23:05 WIB
Harga Sayur Petani Boyolali Lebih Stabil, Dampak Program MBG
Senin 20-04-2026,23:02 WIB
Pembangunan 103 Huntap di Tapanuli Utara Segera Rampung, Relokasi Pengungsi Mulai Mei
Senin 20-04-2026,22:56 WIB
Pemerintah Proyeksikan Swasembada Delapan Komoditas Pangan Strategis Nasional pada Juni 2026
Senin 20-04-2026,22:51 WIB