Surabaya, memorandum.co.id - Sistem keamanan merupakan salah satu hal yang saat ini dibutuhkan. Terlebih, tingkat kriminalitas yang semakin meningkat telah mencapai tahap yang memprihatinkan. Kondisi ini bertambah parah dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan perekonomian makin terpuruk. Harga-harga kebutuhan primer yang semakin melambung bersamaan dengan banyaknya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dampaknya bertambahnya jumlah pengangguran sehingga angka kriminalitas semakin meningkat khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Berangkat dari kondisi tersebut, Yanis Fajar Dermawan pemuda warga Jalan Kalilom Lor Timur, Bulak, ini merancang sistem pengaman motor memakai android melalui bluetooth dan GPS. Menurutnya, berdasarkan angka kriminalitas yang ada, diperlukan sistem pengaman yang terintegrasi agar dapat meminimalisir terjadinya pencurian motor. Sementara untuk kendaraan roda empat, papar Yanis, sudah memiliki sistem pengamanan yang telah dilengkapi dengan alarm sehingga dapat mencegah pencurian. Namun untuk kendaraan roda dua sangat jarang yang terpasang sistem keamanan hingga berakibat rentan dicuri. Pada rancang sistemnya, mahasiswa program studi (prodi) Teknik Informatika Untag Surabaya ini, memadukan sistem android dengan fungsi dari mikrokontroler dari arduino mega 2560, modul HC-05 dan module SIM800L di aplikasi android. "Android dan mikrokontroler arduino mega 2560 akan menjadi pengatur, baik masukan untuk mengakses modul relay, motor servo untuk membuka kunci, menyalakan, mengunci, hingga mematikan motor," urai Yanis. Yanis menjelaskan, sedangkan modul bluetooth berguna untuk keamanan dari motor, ketika sambungan bluetooth terputus maka kendaraan otomatis akan mati. Modul GPS di proyek ini mempunyai fungsi untuk memberitahukan letak koordinat motor yang diakses melalui modul SIM800L ke aplikasi android. Aplikasi android pengaman motor ini diberi nama 'Yanis Security Solutions', sesuai nama perancangnya. Dari hasil percobaan yang dilakukan Yanis, rancang sistem telah bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Namun masih ada beberapa permasalahan yang ada. Misalnya percobaan respon pada tombol aplikasi. Ketika diklik pencarian bluetooth dan eksekusi modul bluetooth di arduino dengan delay 3-4 detik, harus berjarak 9 meter dari alat. “Lebih dari itu tidak bisa menemukan jaringan bluetooth,” jelas Yanis. Untuk modul relay dan aplikasi, masih kaya Yanis, dapat dioperasikan dengan baik. Untuk pengembangan alat tersebut, ia menyarankan agar alat dapat dikembangkan dengan sistem yang lebih baik lagi. Semisal tempat yang cocok di dan aman di kendaraan untuk menempelkan alat tersebut. (mg1/nov)
Antisipasi Curanmor, Rancang Pengaman Pakai Android Berbasis Bluetooth
Sabtu 12-09-2020,12:15 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 28-06-2026,20:28 WIB
Sidang Ke-3 Kasus Madiun Cs (4): Saksi Ali Fauzi Beberkan Soal CSR Anggota REI hingga STIKES
Minggu 28-06-2026,17:17 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Kedungjajang Dampingi Petani di Lumajang Perkuat Ketahanan Pangan
Minggu 28-06-2026,20:16 WIB
KontraS Surabaya Desak Pembebasan 24 Orang yang Diamankan Usai Demonstrasi di Grahadi
Minggu 28-06-2026,19:17 WIB
Kolaborasi Pengelolaan dalam Pembangunan Industri Pariwisata Heritage Masyarakat Kota Malang
Senin 29-06-2026,10:07 WIB
Sidang ke-3 Kasus Maidi Madiun Cs (4): Ketua REI Sebut Hery Tawang 'Sekda Bayangan', Ungkap Cerita Umrah
Terkini
Senin 29-06-2026,15:54 WIB
Perkara Gedung Belakang DPRD Malang, Kuasa Sebut Kedaluwarsa dan JPU Siap Beri Jawaban
Senin 29-06-2026,15:51 WIB
Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Penyanderaan dan Pemerasan, Pria Tulungagung Jadi Tersangka
Senin 29-06-2026,15:47 WIB
Diduga Bantu Anak Aborsi Karena Malu Hamil di Luar Nikah, Seorang Ibu di Bojonegoro Jadi Tersangka
Senin 29-06-2026,15:44 WIB
Eks RTM Disulap Jadi Destinasi Wisata Sejarah, Pemkot Madiun dan TNI Mulai Gerak Bersihkan Kawasan Heritage
Senin 29-06-2026,15:41 WIB