Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Transparansi Environmental Social and Governance

PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Transparansi Environmental Social and Governance

Dalam rangka membekali tim Manajemen, TPS melaksanakan pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report). Pelatihan yang dilaksanakan di Pelindo Place, Surabaya diikuti oleh 26 pekerja TPS dari berbagai unit kerja. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebagai strategi komprehensif dalam mengelola bisnis berkelanjutan, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program kerja yang mengedepankan tata kelola perusahaan, transparansi, serta pengelolaan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bertahap dan konsisten.

Seluruh program kerja beserta strategi pelaksanaan dan capaian TPS tersebut secara rutin dilaporkan kepada pemegang saham melalui Laporan Keberlanjutan sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan.

BACA JUGA:Lestarikan Budaya, Tradisi Petik Tebu Manten Tandai Dimulainya Musim Giling PG Jatiroto 2026


Mini Kidi Wipes.--

Untuk meningkatkan kapasitas internal, TPS menggelar pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang berlangsung di Pelindo Place. 

Kegiatan ini diikuti oleh 26 pekerja dari berbagai unit kerja. Pelatihan tersebut bertujuan memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga pelaporan kinerja perusahaan yang komprehensif, transparan, dan akuntabel.

Sebagai operator terminal petikemas, TPS secara konsisten mengimplementasikan prinsip ESG melalui berbagai program. Pada aspek lingkungan, TPS aktif melestarikan ekosistem pesisir melalui pengelolaan hutan mangrove seluas 22,7 hektare di area kerja perusahaan. Selain itu, dilakukan pembibitan 10.000 mangrove yang siap panen setiap 4 hingga 6 bulan.

BACA JUGA:Lestarikan Mangrove, Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Keberlanjutan Pesisir di Tanjung Perak


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink), tetapi juga terbukti menjaga kelestarian biota di kawasan mangrove. Sejalan dengan upaya tersebut, TPS juga melakukan pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat bongkar muat utama seperti Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG).

Elektrifikasi seluruh unit CC telah rampung pada 2016, sementara elektrifikasi RTG tuntas pada April 2026. TPS juga mengembangkan berbagai inisiatif lain, seperti pemanfaatan energi surya untuk penerangan area kantor, penghijauan kawasan terminal, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Seluruh inisiatif tersebut dicatat menggunakan pendekatan akuntansi untuk mengukur manfaat yang dihasilkan, kemudian dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan sebagai sarana komunikasi kepada pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA:PT Terminal Teluk Lamong Tingkatkan SDM Handal melalui Pelatihan CTO di Terminal Petikemas

Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program operasional, tetapi juga melalui transparansi dan tata kelola yang baik.

Sumber: