SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membekali petugas operasional dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan keterampilan penanganan kondisi darurat melalui pelatihan Basic Life Support (BLS) di Ruang Toba TPS, Minggu 8 November 2026.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami kondisi kegawatdaruratan. Terutama, situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat untuk mencegah kondisi semakin parah hingga menyelamatkan nyawa.
Materi pelatihan mencakup penanganan cedera, perdarahan, luka bakar, dan tersedak. Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), teknik pembalutan, pembidaian, hingga pemindahan dan evakuasi korban.
BACA JUGA:TPS Tambah 18 Alat Bongkar Muat, Dukung Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 5,8 Persen
Selain mendapatkan materi teori, peserta mengikuti praktik langsung dan studi kasus. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi, praktik pertolongan pertama, post-test, serta evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta.
Direktur Utama TPS Ali Sodikin mengatakan, keterampilan memberikan pertolongan pertama merupakan kompetensi penting bagi petugas, khususnya mereka yang bertugas di lingkungan operasional dengan beragam aktivitas dan potensi risiko.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional TPS. Melalui pelatihan Basic Life Support ini, kami ingin memastikan bahwa petugas memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat," ujarnya.
Mini kidi--
Menurut Ali, kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat menentukan dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera. Tindakan yang cepat dan tepat dapat menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa seseorang.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.
"Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini tidak hanya menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan tugas sehari-hari, tetapi juga membangun kepedulian dan kesiapsiagaan bersama. Budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab seluruh insan perusahaan, bukan hanya menjadi tugas fungsi tertentu," tegasnya.
BACA JUGA:Antisipasi Cuaca Ekstrem, TPS Gelar Simulasi Angin Kencang
Melalui kegiatan tersebut, TPS berharap petugas operasional dan HSSE semakin sigap serta percaya diri ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan kerja.
Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan penerapan aspek HSSE untuk mendukung operasional terminal peti kemas yang aman, andal, dan berkelanjutan.