MADIUN, MEMORANDUM.CO.ID - Satu per satu fakta pembunuhan keji Madiun terkuak. Dwi Bagus Martono terungkap sempat menutupi jasad istri siri dan anak tirinya dengan ditumpuki kayu dan daun, sebelum dihancurkan dengan mesin giling.
Hal ini diungkapkan saksi YY yang memberikan kesaksian eksklusif di kantor Memorandum Biro Madiun, Kamis 5 November 2026. YY adalah satu dari 4 orang yang dimintai tolong mengangkat mesin pencacah atau giling yang baru dibelinya.
BACA JUGA:Bukan Cuma Terinspirasi Film, Psikolog Forensik Ubaya Sebut Pembunuhan Madiun Butuh Mens Rea Kuat
Dari atas mobil saat datang mesin warna biru itu ditempatkan di bagian belakang rumah atau di pekarangan yang masih banyak rumput. Padahal jasad istri siri dan anak tirinya ada di bagian kebun itu.
Mini kidi--
“Tidak bau dan tidak curiga. Tahunya ya sampah saja. Belakangan saat diperiksa di Polda baru dikasih tahu kalau di bawah tumpukan daun itu ada mayat,” tuturnya, kemarin.
YY mengawali ceritanya, bahwa ia sempat diminta Tono untuk membantu menurunkan mesin pencacah yang dibelinya pada 23 September 2026. Mesin yang dikirim paketan itu diterima di rumah Tono, Jalan Kunir 13, Kota Madiun.
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Madiun, Saksi Ungkap Mesin Pencacah Tono Dibongkar dan Dijual
“Awalnya saya ditelepon pagi hari oleh Tono diminta untuk membantu menurunkan paketannya. Ternyata setelah paketannya datang sekitar pukul 10.44 WIB, itu mesin pencacah,” ujar saksi YY.
Saat mesin pencacah datang, Tono, YY, dan sopir dari pihak penjual tidak kuat mengangkut mesin tersebut. Kemudian Tono mengajak satu orang lagi tetangganya, untuk ikut mengangkut dari mobil ke belakang rumah.
BACA JUGA:Progres Penyidikan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Kerap Cekcok soal Finansial
“Akhirnya diangkut orang empat dan dibawa ke belakang rumah. Tono sendiri langsung mencoba mesin tersebut,” ujarnya.
Pada 11 Oktober 2026, YY kembali dihubungi Tono untuk membantu menjualkan mesin pencacah tersebut. Saat itu, YY mengetahui mesin sudah dalam kondisi terbongkar beberapa bagian sebelum akhirnya dijual sebagai besi rongsokan.
Menurut YY, semula Tono meminta agar mesin itu dihancurkan atau diblender. Namun, pada akhirnya mesin justru dijual kepada pengepul besi rongsokan di Pasar Njoyo.
BACA JUGA:Direncanakan Sepekan, Tersangka Pembunuhan Madiun Pelajari Cara Mencekik lewat Internet dan AI