Mengaku Khilaf, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Minta Maaf
Tersangka Dwi Bagus Martono (40) di Mapolda Jatim--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan sadis terhadap Hardiyanti (30) dan AGF (4) di Madiun akhirnya bersuara.
Saat digelandang anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ke dalam mobil, tersangka mengatakan meminta maaf kepada pihak keluarga. Dia mengaku khilaf.
"Saya minta maaf kepada keluarga. Saya minta maaf kepada Ibu Arti. Saya merasa bersalah, saya menyesal. Saya khilaf. Saya minta maaf kepada masyarakat juga," katanya di Mapolda Jatim, Selasa, 27 Oktober 2026.
BACA JUGA:Fakta Baru Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Nikah Siri di Kalimantan Berjalan 2 Tahun
Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim terus membuka fakta setelah mengamankan Bagus Dwi Martono (40), tersangka pembunuhan sadis ibu dan anak di Madiun.

Mini kidi--
Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing mengatakan, hubungan nikah siri antara Bagus dan korban Dini sudah berlangsung lama. Hubungan itu tidak diketahui oleh AA, istri sah Bagus.
BACA JUGA:Rencana Rayakan Ultah Anak di Sarangan Berujung Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
"Pernikahan ini sudah berlangsung selama 2 tahun dan pernikahan siri ini mereka langsungkan di Kalimantan. Dan mereka juga sempat tinggal di sana kurang lebih 2 bulan di Kalimantan," katanya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Berdasar keterangan tersangka dan bukti-bukti yang dihimpun penyidik, hubungan tersangka dan korban ini dinilai harmonis. Tersangka tidak pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bahkan cenderung mencurahkan kasih sayangnya pada kedua korban.
BACA JUGA:Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Pelaku Bakar Jasad Korban Selama Dua Hari Sebelum Digiling
"Selama ini hubungan mereka harmonis, tidak ada permasalahan. Bahkan sebenarnya kalau dilihat, tersangka ini menumpahkan kasih sayangnya sama korban. Hanya percekcokan di saat itu saja yang menyebabkan emosi sesaat, dan mungkin tersangka harus mengambil tindakan seperti itu," pungkasnya.
Sumber:









