Ratusan Mahasiswa Unesa Lawan Normalisasi Joki Akademik

Senin 02-11-2026,22:55 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Faishal Danny.

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Praktik joki tugas dan karya ilmiah yang kian mudah ditemukan di lingkungan perguruan tinggi menjadi perhatian mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Tak sekadar mengkritik, empat mahasiswa Unesa memilih turun langsung mengampanyekan gerakan antijoki untuk mengembalikan budaya kejujuran di lingkungan akademik.

Gerakan digagas Tim Manjur melalui kampanye bertajuk "Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan". Inovasi ini diusung dalam ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 sebagai upaya melawan anggapan bahwa menggunakan jasa joki merupakan jalan pintas yang wajar untuk menyelesaikan tugas kuliah.

BACA JUGA:UINSA Surabaya Lantik Dekan Baru 2026-2030, Berikut Daftar Nama Pimpinannya

Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Survei Penilaian Integritas Pendidikan KPK 2026 mencatat, sebanyak 43 persen responden masih menemukan praktik joki tugas akhir.

Sementara itu, survei awal Tim Manjur mengungkapkan 84,6 persen mahasiswa mengetahui keberadaan jasa joki di lingkungan sekitar mereka.

BACA JUGA:Propam Polda Jatim Periksa 7 Polisi Polrestabes Surabaya Usai Mutasi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Ketua Tim Manjur, Nabila Dwi Wahyu Santoso, mengatakan maraknya promosi jasa joki melalui media sosial membuat praktik tersebut semakin mudah diakses.

Kondisi ini turut mendorong munculnya anggapan bahwa menggunakan jasa joki merupakan solusi praktis menghadapi beban perkuliahan.

Padahal, menurut mahasiswa S-1 Manajemen Pendidikan tersebut, kebiasaan itu justru merugikan mahasiswa karena menghilangkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.

BACA JUGA:Pertamina Apresiasi Polda Jatim Bongkar Mafia BBM Subsidi di 13 Daerah, SPBU Nakal Terancam Sanksi

"Joki kerap dianggap solusi instan atas beban kuliah. Padahal, kebiasaan ini merusak kompetensi dan kejujuran akademik. Parahnya itu merugikan kita sebagai mahasiswa. Tugas yang seharusnya bikin kita belajar dan berkembang malah dikerjakan orang lain, kan rugi," ujar Nabila, pada Selasa, 2 November 2026.

Untuk mengubah pola pikir tersebut, Tim Manjur merancang strategi edukasi dengan pendekatan SATU, yakni Sebarkan, Ajak, Temui, dan Ukuhkan.

Melalui tahap Sebarkan, mereka memanfaatkan Instagram dan YouTube untuk menyampaikan edukasi mengenai bahaya joki akademik. Kontennya mencakup pembahasan modus bisnis joki hingga podcast literasi akademik bersama dosen.


Mini kidi--

Kategori :