KAI Daop 9 Perbaiki Perlintasan JPL 104 Bangil - Pasuruan

Rabu 28-10-2026,19:31 WIB
Reporter : Hari Mujianto
Editor : Rakhmat Hidayat

PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember bakal melakukan perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan. Pekerjaan yang dijadwalkan berlangsung dari 30 Oktober hingga 13 November 2026 ini bertujuan untuk mendukung peningkatan batas kecepatan kereta api (KA) dari 70 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro menjelaskan,  peningkatan kualitas prasarana ini dilakukan untuk memastikan keandalan serta keselamatan perjalanan kereta api.

“Peningkatan kualitas jalur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” ujar Cahyo, Rabu 28 Oktober 2026.

Perbaikan geometri di JPL 104 menjadi prioritas setelah petugas menemukan indikasi permukaan rel yang agak ambles.

Mini kidi--
Saat dilakukan pengujian jalan kereta api pada kecepatan 110 kilometer per jam, pergerakan rel menimbulkan goyangan yang dirasa cukup keras.

 Penyesuaian elevasi dan kestabilan geometri pun dinilai mendesak untuk menjaga laju kereta tetap aman.

Untuk meminimalkan gangguan perjalanan KA maupun arus lalu lintas kendaraan bermotor, seluruh pengerjaan teknis akan difokuskan pada malam hingga dini hari, yakni pukul 20.00 WIB sampai 05.00 WIB.

Tahap pekerjaan utama dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026. Tahapan dimulai dari pembongkaran aspal di area perlintasan, pengurasan dan penggantian material balas (batu koral) yang kotor, pengangkatan rel untuk menyesuaikan elevasi target, hingga penstabilan geometri jalur.

Setelah itu, proses masuk ke masa penstabilan geometri pada 6–13 November 2026 sebelum akhirnya dilakukan pengaspalan ulang.

"Setelah rel diangkat dan geometri jalur disesuaikan, diperlukan masa penstabilan untuk memastikan balas dan tanah pendukung di bawahnya kembali mantap. Pengaspalan akhir baru dilakukan setelah kondisi jalur benar-benar stabil," jelas Cahyo, menegaskan pentingnya tahapan tersebut.

Guna menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan, KAI merancang rekayasa penutupan jalan secara bertahap.

Area perlintasan dibagi menjadi tiga segmen, yaitu Segmen A, B, dan C (mewakili lajur I, II, dan III).

Saat pengerjaan fisik berlangsung di Segmen A (lajur I), arus kendaraan dari kedua arah akan dialihkan ke Segmen B dan C (lajur II dan III). Skema serupa akan diterapkan secara bergantian saat pengerjaan bergeser ke segmen lain.

Meski kendaraan dipastikan tetap dapat melintas, KAI mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi perlambatan kecepatan dan antrean kendaraan di area perlintasan. Dalam pelaksanaannya, KAI berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat.

“Kami memahami bahwa pekerjaan ini memengaruhi kenyamanan perjalanan pengguna jalan. Karena itu, pekerjaan kami lakukan secara bertahap bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan agar akses jalan masyarakat tetap terlayani dengan mengutamakan keselamatan,” tambahnya.

Sosialisasi keselamatan dan pemberitahuan jadwal perbaikan telah digelar sejak Minggu 25 Oktober 2026 oleh KRD9 Korwil Pasuruan bersama komunitas RF Sidoarjo BGS (Barisan Generasi Sepur +4m) di sekitar perlintasan JPL 104.

Melalui aksi pembagian brosur dan penyebaran berita di media sosial, KAI berharap informasi mengenai potensi perlambatan arus lalu lintas dapat sampai lebih cepat ke masyarakat luas.

Masyarakat dan pengguna jalan imbau untuk mengurangi kecepatan saat mendekati area perlintasan JPL 104 Bangil–Pasuruan, selalu mematuhi rambu-rambu petunjuk, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika diperlukan, pengguna jalan dapat mencari rute alternatif selama periode pekerjaan berlangsung. (kd/mh)

Kategori :