JAKARTA, MEMORANDUM.CO.ID – KPK menahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo setelah menjalani pemeriksaan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek dan pengondisian hasil audit BPK, Jumat 16 Oktober 2026.
Hamenang keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 18.31 WIB dengan mengenakan rompi oranye tahanan dan tangan terborgol.
BACA JUGA:14 Orang Diamankan OTT KPK, Hanya Bupati Boltara Sirajudin Jadi Tersangka
Hamenang ditahan bersama dua orang lainnya, yakni Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan M Amin Wahyu Utomo dari pihak swasta.
BACA JUGA:KPK Tangkap Bupati Boltara Sirajudin Lasena, OTT ke-21 Sepanjang 2026
Sebelumnya, KPK telah meningkatkan penanganan perkara OTT di Klaten dari penyelidikan ke penyidikan setelah melakukan ekspose pada Kamis malam.
Mini kidi--
“Tadi malam untuk perkara ini sudah dilakukan ekspose dan diputuskan kegiatan penyelidikan di Klaten naik ke tahap penyidikan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jumat 16 Oktober 2026.
Budi mengatakan, pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka masih menjalani pemeriksaan.
BACA JUGA:KPK OTT Bupati Boltara Sirajudin Lasena, Diduga Terkait Proyek Jalan PUTR
KPK berencana mengumumkan identitas para tersangka dalam konferensi pers.
“Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini,” katanya.
Hamenang tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 07.01 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Ia datang didampingi penyidik menggunakan mobil berwarna hitam.
BACA JUGA:KPK Sita Uang Ratusan Juta saat OTT Bupati Boltara Sirajudin Lasena
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 20 orang, termasuk Hamenang dan Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah. Mereka diamankan di dua lokasi, yakni Klaten dan Jakarta.