Lemak dan Kenikmatan Sesaat

Senin 12-10-2026,06:00 WIB
Editor : Muhammad Ridho

Makanan berlemak selalu menjadi bahan pergunjingan tanpa akhir. Gorengan hangat, daging berlemak, makanan bersantan kental, dan kue manis memang menggugah selera. Tidak mengherankan jika banyak orang sulit menolaknya, sementara dunia kesehatan makin mengkhawatirkan bahaya kelebihan lemak di dalam tubuh manusia.

Namun, ketika kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun, pernahkah kita memikirkan akibatnya bagi jantung, pembuluh darah, dan metabolisme tubuh?

Lemak sebenarnya diperlukan tubuh. Selain menjadi sumber energi, lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K, serta mendukung pembentukan hormon dan lapisan dinding sel.

BACA JUGA:Saat Flu Menyerang


Mini kidi--

Pertanyaannya, berapa banyak kebutuhan tubuh, dan lemak jenis apa yang memang dibutuhkan. Lemak jenuh dalam daging berlemak, kulit ayam, mentega, minyak kelapa, dan santan dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL kolesterol) jika dikonsumsi secara berlebihan.

Bahaya yang terjadi adalah  pembentukan plak atau sumbatan pada dinding pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. 

BACA JUGA:Jangan Anggap Remeh Asap

Bagaimana hubungan gula dan lemak dalam darah? Gula yang masuk melalui makanan akan dipecah untuk keperluan energi atau disimpan di dalam liver dan otot.

Kapasitas menyimpan ada batasnya, dan kalau batas itu terlampaui, maka liver akan mengubah kelebihan gula menjadi lemak. Lemak itu akan disimpan di bawah kulit, di area perut, atau di dalam liver sebagai tumpukan yang makin membesar seiring pertambahan berat badan.

Inilah yang menjadi pemicu obesitas, yaitu yang sekarang sudah termasuk jenis penyakit yang bercirikan tumpukan lemak yang menyelimuti jantung, liver dan organ vital lain. Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, stroke, fatty liver, nyeri sendi, dan risiko serangan kanker. 

BACA JUGA:Cerita tentang Beras

Apa yang Perlu Dilakukan

Mengendalikan asupan lemak berarti meningkatkan kewaspadaan, yang makin penting dilakukan seiring pertambahan usia.

Jangan terlambat, karena gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah sudah menjadi penyebab utama kematian secara global pada saat ini. Lakukanlah pemeriksaan rutin untuk memonitor kadar lemak darah secara teratur sebagai titik tolak pengendalian asupan lemak secara seksama.

Kategori :