Wisuda Ke-22 Unusa, Lebih dari 50 Persen Mahasiswa Sudah Bekerja

Selasa 29-09-2026,18:10 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Mochamad Syaifudin

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Lebih dari 50 persen mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), termasuk Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), telah bekerja sebelum resmi menyandang gelar sarjana terapan dalam Wisuda ke-22 Unusa yang diikuti 1.038 wisudawan, Selasa 29 September 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Mahasiswa D-IV K3 Unusa Zulfi Ahmad Ruhan menjadi salah satu contoh. Ia kini bekerja di sebuah perusahaan bidang keramik dan kaca di Cikarang.

"Banyak mata kuliah di Unusa yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Mata kuliah praktiknya juga detail, sehingga ilmu yang diberikan dosen bisa diterapkan ketika bekerja," kata Zulfi, Selasa 29 September 2026.

BACA JUGA:Unusa Gandeng UPM Malaysia Kembangkan Teknologi Laboratorium untuk Diagnosis Kanker


Mini kidi--

Pengalamannya berorganisasi melalui Forum Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (FMK3N) juga membuat Zulfi dapat membandingkan pembelajaran K3 di berbagai perguruan tinggi. Ia menilai terdapat sejumlah mata kuliah di K3 Unusa yang tidak ditemukan di beberapa kampus lain.

"Saya sering berbagi cerita dengan rekan-rekan dari kampus lain. Ada beberapa mata kuliah di Unusa yang tidak ada di kampus lain, bahkan kampus negeri. Saya merasa beruntung bisa masuk di K3 Unusa," ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, Unusa juga membekali mahasiswa K3 dengan sertifikasi kompetensi Ahli K3 Muda melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unusa. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bekal tambahan ketika mahasiswa mulai memasuki dunia kerja.

Hal serupa dirasakan Naufal Bafiq Belvatrivano. Berbekal pendidikan dan sertifikasi K3 yang difasilitasi kampus, ia telah diterima bekerja di sebuah perusahaan batu bara di Kalimantan Utara sebelum menerima ijazah.

Cerita berbeda datang dari Anis Nailun, wisudawan S1 Gizi Unusa. Lulusan D3 Gizi Politeknik Kesehatan Surabaya tersebut melanjutkan pendidikan melalui program alih jenjang di Unusa sembari bekerja sebagai petugas gizi di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya.

BACA JUGA: Unusa Gandeng Kampus Jepang Kembangkan Kolaborasi AI untuk Pendidikan Tinggi


Gempur Rokok Illegal--

Anis mulai bekerja pada Januari 2024. Ia sempat ditempatkan di Puskesmas Krembangan Selatan sebelum kemudian berpindah ke Puskesmas Sidotopo Wetan melalui mekanisme rolling penempatan Dinas Kesehatan.

Menjalani pekerjaan sekaligus menyelesaikan pendidikan membuat Anis harus pandai membagi waktu. Salah satu tantangan terberat terjadi ketika ia menjalani praktik kerja lapangan selama sebulan di RS Bhayangkara.

Tags :
Kategori :

Terkait