Cegah TPPO Sejak Dini, Imigrasi Soekarno-Hatta Edukasi 500 Pelajar

Rabu 23-09-2026,16:25 WIB
Reporter : Sujatmiko
Editor : Mochamad Syaifudin

TANGERANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) mengedukasi 500 pelajar di SMAN 84 Jakarta dan SMKN 53 Jakarta untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta perekrutan ilegal ke luar negeri sejak dini, Selasa 22 September hingga Rabu 23 September 2026.

Kegiatan bertajuk Pimpasa Goes to School tersebut digelar Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian sebagai pengampu Petugas Imigrasi Pembina Desa untuk meningkatkan literasi keimigrasian.

Edukasi diberikan agar pelajar mampu mengenali modus perekrutan ilegal, memeriksa legalitas tawaran pekerjaan, pendidikan, magang, maupun kegiatan lainnya di luar negeri serta memahami prosedur resmi keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih P. Kartika Perdhana mengatakan, edukasi kepada pelajar merupakan langkah penting dalam membangun kewaspadaan sebelum mereka mengambil keputusan untuk bepergian ke luar negeri.

“Pencegahan TPPO tidak cukup dilakukan melalui pengawasan di pintu keluar negara. Edukasi harus dimulai sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah. Kami ingin para pelajar memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengenali tawaran yang berisiko, memastikan legalitasnya, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” ujar Galih.

BACA JUGA:Lindungi Warga dari TPPO dan TPPM, Imigrasi Soetta Kukuhkan Duri Kosambi sebagai Desa Binaan


Mini kidi--

Di SMAN 84 Jakarta, Kalideres, kegiatan diikuti 150 peserta yang terdiri dari guru dan siswa kelas 12. Wakil Kepala SMAN 84 Jakarta Priyono menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan edukasi kepada siswa mengenai keimigrasian, termasuk paspor dan isu lainnya.

“Menyambut baik kegiatan ini, tentunya ini kegiatan yang positif karena memberikan edukasi kepada putra-putri kami tentang hal-hal yang terkait dengan keimigrasian, misalnya paspor ataupun isu lainnya. Terima kasih atas kehadirannya, mudah-mudahan memberikan dampak yang positif bagi siswa kami,” ujar Priyono.

Selanjutnya, di SMKN 53 Jakarta, Cengkareng, sebanyak 350 siswa kelas 10 hingga 12 mengikuti kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 53 Jakarta Nuropik mengapresiasi edukasi tersebut, khususnya bagi siswa yang berencana bekerja di luar negeri.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim Imigrasi Soekarno-Hatta di SMKN 53 Jakarta. Sosialisasi ini memberikan manfaat yang luar biasa, khususnya bagi siswa-siswi kami yang berencana atau sedang berproses untuk bekerja di luar negeri,” tuturnya.

“Edukasi terkait bahaya TPPO dan TPPM ini menjadi bekal informasi yang sangat berharga bagi mereka, terutama siswa kelas 12,” lanjut Nuropik.

BACA JUGA:Akhir Pekan Tetap Bisa Urus Paspor, Imigrasi Soetta Hadirkan Kembali Pasporia di CFD Sudirman-Thamrin


Gempur Rokok Illegal--

Dalam sesi diskusi, pelajar aktif mengajukan pertanyaan mengenai prosedur legal untuk melanjutkan studi ke luar negeri serta mekanisme pemeriksaan Warga Negara Indonesia di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Sebagai langkah pencegahan, petugas memperkenalkan Petugas Imigrasi Pembina Desa sebagai sarana komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengawasan keimigrasian.

Pelajar dibekali tiga prinsip utama sebelum bepergian ke luar negeri, yakni mengecek legalitas informasi, meneliti kelengkapan dokumen, dan melapor jika menemukan kejanggalan.

Melalui kegiatan tersebut, 500 pelajar memperoleh pemahaman mengenai prosedur keimigrasian yang benar, risiko TPPO dan perekrutan ilegal, serta langkah perlindungan diri sebelum bepergian ke luar negeri.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran Petugas Imigrasi Pembina Desa dalam membangun kesadaran masyarakat sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian dan kejahatan transnasional. (mik)

Kategori :