SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya memperkuat sosialisasi dan memetakan jalur evakuasi menghadapi keberadaan Sesar Surabaya dan Sesar Waru, Kamis 10 September 2026.
Isu ancaman gempa bumi akibat patahan aktif yang membelah Kota Surabaya menjadi sorotan publik. Perhatian publik melonjak usai unggahan akun Instagram @gempa_dan_cuaca viral di media sosial.
Unggahan yang membeberkan peta lintasan sesar aktif di wilayah perkotaan tersebut telah ditonton lebih dari 497 ribu kali, disukai 15,9 ribu pengguna, dan memanen lebih dari 1.000 komentar warga yang cemas.
Merespons gejolak informasi tersebut, Eri Cahyadi menegaskan bahwa keberadaan Sesar Surabaya dan Sesar Waru harus disikapi dengan kesiapsiagaan nyata, bukan kepanikan.
BACA JUGA:Patahan Surabaya Viral, Pakar ITS Dorong Pemkot Perkuat Mitigasi Gempa
Mini kidi--
Eri menginstruksikan BPBD Kota Surabaya untuk segera turun ke lapangan. BPBD diminta memperkuat sosialisasi dan memetakan jalur evakuasi secara mendetail hingga ke tingkat permukiman warga.
"Sesar Surabaya melewati beberapa wilayah. Saya meminta Kepala BPBD melakukan sosialisasi. Nauzubilahminzalik kalau ada kejadian, maka evakuasi seperti apa, lari ke mana, itu harus dipahami warga. Memang Surabaya dilewati Sesar Surabaya dan Sesar Waru," tegas Eri, Kamis 10 September 2026.
BACA JUGA:UIBU Gratiskan Wisuda Mahasiswa Korban Gempa NTT dan Beri Bantuan Biaya Hidup
Gempur Rokok Illegal--
Menurut Eri, edukasi alur evakuasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak panik saat guncangan benar-benar terjadi. Warga tidak cukup hanya mengetahui keberadaan sesar, tetapi wajib menguasai prosedur teknis penyelamatan diri.
Selain mitigasi edukatif, Pemkot Surabaya juga merencanakan langkah teknis berupa pemasangan alat sensor pendeteksi aktivitas gempa di titik-titik rawan. "Kita sudah koordinasikan dengan teman-teman untuk alat sensornya," tutur Eri.
Meski demikian, rencana pengadaan teknologi pendeteksi gempa tersebut masih berada dalam tahap pembahasan awal. Pihaknya belum merinci besaran anggaran yang dibutuhkan karena proses kalkulasi teknis bersama pakar masih berjalan. "Belum tahu, masih koordinasi dulu," tambahnya. (alf)