Ia mendorong lulusan Unitomo untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai modal menciptakan peluang baru.
"Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru, apalagi sekarang didukung kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat," ujar Prof Dyah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek RI Prof. Badri Munir Sukoco menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan lulusan mampu bersaing di tengah kompetisi global dan transformasi digital.
Ia mengapresiasi konsistensi Unitomo dalam menjaga mutu pendidikan tinggi sekaligus mendorong kampus untuk terus melakukan inovasi kelembagaan.
Pada wisuda kali ini, sebanyak 1.059 lulusan berasal dari delapan fakultas, mulai dari Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknologi Pangan dan Perikanan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum hingga Fakultas Ilmu Kesehatan.
Fakultas Hukum menjadi salah satu penyumbang lulusan terbesar dengan 201 lulusan S1 Ilmu Hukum dan 102 lulusan S2 Magister Ilmu Hukum.
Di antara para wisudawan juga terdapat sejumlah tokoh, seperti Anggota Komisi II DPR RI Dr Eric Hermawan, Ketua dan anggota DPRD Kaimana, perwira TNI/Polri, tenaga ahli DPR RI, birokrat hingga profesional.
Gempur Rokok Illegal--
Siti berpesan kepada seluruh lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah baru menjadi bekal awal untuk menghadapi dinamika kehidupan di masyarakat.
"Ilmu di kampus hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk eksis di masyarakat. Teruslah belajar selama hayat dikandung badan. Bagi lulusan S1 silakan lanjut S2, dan yang S2 lanjut ke S3. Di Unitomo sudah tersedia, jadi tidak perlu jauh-jauh," pungkasnya.