SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Olahraga pickleball terus menunjukkan perkembangan pesat di Jawa Timur. Itu terbukti dengan gelaran Eastjava Pickleball Championship (EPC) Piala Gubernur Jawa Timur 2026 berlangsung meriah di Surabaya.
Kejuaraan ini diikuti sekitar 850 peserta dari Indonesia dan sejumlah negara. Peserta dari Australia, Prancis, Belanda, China hingga Rusia turut ambil bagian dalam ajang yang menjadi salah satu upaya mendorong perkembangan olahraga pickleball di Jawa Timur tersebut.
BACA JUGA:Draf RUU Kewarganegaraan Rampung, Menkum Ungkap Opsi Kewarganegaraan Ganda Terbatas
Gempur Rokok Illegal--
Ketua Pengprov Indonesia Pickleball Federation (IPF) Jawa Timur Syaqif Constantin Arsalan mengatakan, EPC Piala Gubernur Jatim 2026 mempertandingkan 17 kategori dengan total hadiah mencapai Rp120 juta.
“Kejuaraan ini mempertandingkan 17 kategori dengan total hadiah mencapai Rp120 juta,” katanya, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurutnya, keterlibatan pemain dari berbagai negara menjadi kesempatan bagi atlet di Jawa Timur, untuk mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain dengan level permainan yang berbeda.
BACA JUGA:Pelindo Apresiasi Kejari Tanjung Perak Selamatkan Aset dan Keuangan Negara Rp14,2 Miliar
Syaqif menyebut kepengurusan IPF saat ini telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Infrastruktur pendukung juga terus bertambah, dengan setiap pemerintah kabupaten/kota disebut telah memiliki sedikitnya empat lapangan pickleball.
"Ini bukan olahraga fomo karena kita membangun dari grassroot, prestasi, industrialisasi, baru publis. ujarnya.
BACA JUGA:Kapolsek Purworejo Pasuruan Resmi Berganti, Kompol Suwiji Gantikan Kompol I Made Patera Negara
Sementara Ketua Umum PB IPF Muhammad Nazaruddin menambahkan, turnamen pickleball saat ini tidak hanya digelar di Jawa Timur, tetapi juga hampir seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan, PB IPF sebelumnya telah menggelar kejuaraan pickleball bertaraf internasional di Bali.
Menurut Nazaruddin, pembinaan akan dilakukan secara berjenjang. Turnamen tingkat desa dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Februari, kemudian tingkat kecamatan pada Maret hingga Mei. Selanjutnya, kompetisi tingkat kabupaten digelar Juni hingga Agustus sebelum berlanjut ke tingkat provinsi.
"Setelah itu ada, kita lagi nyiapin lima turnamen nasional. Dan nanti kita targetnya juga untuk mengikuti turnamen-turnamen di tingkat Asia dan mungkin nanti ikut yang di dunia," tambahnya.
BACA JUGA:43,2 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Surabaya, Potensi Kerugian Negara Rp36,03 Miliar