Polres Gresik Gandeng Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Perkuat Persatuan di Era Digital

Sabtu 15-08-2026,09:22 WIB
Reporter : Rakhmat Hidayat
Editor : Muhammad Ridho

Kalangan mahasiswa juga didorong untuk menjadi kelompok yang kritis dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Kemampuan melakukan verifikasi dan menyampaikan pendapat secara substantif dinilai penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang dapat memecah persatuan.

BACA JUGA:Polres Gresik Edukasi AI untuk 116 Pelajar SMKS Semen Gresik

Pesan serupa disampaikan Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjunjung tinggi norma dan etika ketika menggunakan media sosial.

Mengacu pada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017, masyarakat diingatkan untuk menghindari ghibah, fitnah, adu domba (namimah), ujaran kebencian, serta penyebaran hoaks di ruang digital.

“Motto kita adalah ‘Satu Gresik, Berbeda Pilihan, Tetap Bersaudara’. Tugas kita hari ini adalah merawat dan menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa,” tutur KH. Ainur Rofiq.

Ketua PCNU Kabupaten Gresik Dr. KH. Mulyadi, juga mengajak mahasiswa untuk terus berinovasi serta menyampaikan aspirasi secara konstruktif dan kondusif. Mahasiswa diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai unggahan yang belum jelas kebenarannya.

BACA JUGA:Semarak HUT ke-81 RI, Satpolairud Polres Gresik Pasang Bendera Merah Putih di Perahu Nelayan

Wujudkan Gresik yang Aman dan Harmonis

Dialog Kebangsaan tersebut diikuti sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya FKUB, BAMAG, PGIS, PHDI, LDII, Ansor, Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, Madas, perwakilan pengemudi ojek online, serta jajaran BEM dan organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI dan IMM se-Kabupaten Gresik.

Kehadiran berbagai kelompok tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tugas bersama seluruh komponen masyarakat.


Gempur Rokok Illegal--

Melalui forum tersebut, Polres Gresik berharap komunikasi lintas elemen semakin kuat, sehingga berbagai potensi konflik, provokasi, maupun polarisasi di tengah masyarakat dapat dicegah sejak dini.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik dan foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menjaga Kabupaten Gresik tetap aman, damai, dan kondusif.(hms/day)

Kategori :