SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Gerakan Pramuka ikut mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Hal ini ditegaskan dalam momentum Hari Pramuka ke-65, Jumat (14/8/2026). Khofifah menilai saat ini, Pramuka secara tepat menggerakkan generasi muda terlibat dalam sektor pangan.
BACA JUGA:1.537 Pramuka Jatim Berangkat ke Jamnas XII, Bawa Misi Kebinekaan hingga Budaya Bumi Majapahit
Mini kidi--
Menurut Khofifah, kontribusi tersebut bisa dimulai dari hal sederhana seperti memanfaatkan pekarangan, membangun kebun pangan, mengurangi pemborosan makanan hingga menjaga lingkungan.
"Gerakan Pramuka memiliki kekuatan luar biasa karena hadir sampai ke akar rumput. Kekuatan ini harus kita sinergikan untuk ikut menjaga ketahanan pangan," ujar Khofifah.
Gempur Rokok Illegal--
Ia menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Pada 2025, produksi padi Jatim mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling, sedangkan produksi gula kristal putih mencapai sekitar 1,34 juta ton.
BACA JUGA:Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Nilai Tambah Masuk TNI-Polri dan Perguruan Tinggi
Karena itu, ia menilai penguatan pangan harus dibarengi regenerasi pelaku pertanian. Generasi muda perlu melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang lekat dengan teknologi, inovasi, digitalisasi dan kewirausahaan.
"Pertanian hari ini bukan hanya tentang mencangkul dan menanam, tetapi juga teknologi, inovasi, digitalisasi, kewirausahaan," tukas Khofifah.
Ia berharap semangat disiplin, gotong royong, kemandirian dan pengabdian yang menjadi nilai Pramuka dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan pangan sekaligus mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Ain)