Tio juga pernah terlibat dalam kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan AIESEC Surabaya. Dalam kampanye Walk the Change, Tio bersama Ning Azelia Putri ikut menyuarakan pesan mengenai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sementara dari sisi akademik, Tio bersama dosennya pernah menerbitkan penelitian mengenai peran Cak Ning Surabaya sebagai ikon promosi wisata Kota Surabaya.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah pada 2024. Dengan demikian, sebagian rekam jejak Tio sebelum kontroversi tersebut dapat diverifikasi melalui berbagai kanal resmi dan publikasi akademik.
BACA JUGA:Viral Dugaan Minta Aborsi, Pemkot Surabaya Putus Kontrak Tio Ferdian sebagai MC
Kini, Tio telah dicopot dari gelar sebagai Runner-up Raka Raki Jatim 2026. Dia terbukti melanggar kode etik yang dikeluarkan oleh Ikatan Raka Raki (IRARI) Jatim.
Gempur Rokok Illegal--
Tio terbukti melanggar integritas moral dan sosial, yakni bersih dari tindakan kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, desakan atau tindakan aborsi ilegal, serta pelecehan seksual.
Selain itu, Tio juga dinilai melanggar kepatuhan hukum, yakni tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma hukum yang berlaku di masyarakat. (end)