Wabup Sidoarjo Minta Pelayanan kepada Penghuni Rusunawa Pucang Dimaksimalkan

Rabu 12-08-2026,12:13 WIB
Reporter : Budi Joko Santoso
Editor : Muhammad Ridho

Rusunawa Pucang memiliki tiga gedung dengan total 297 ruangan. Saat ini tercatat sebanyak 226 keluarga menjadi penghuni. Tingkat hunian mencapai sekitar 85 persen. Biaya sewa dibayar penghuni berbeda, berdasar lantai yang ditempati. Untuk unit di lantai bawah, tarif sewanya mencapai Rp545 ribu per bulan. Itu sudah termasuk biaya listrik dan air. 

Mimik juga menyoroti pengelolaan pendapatan dari sewa rusunawa. Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga Juni 2026, pendapatan dari lima rusunawa di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai sekitar Rp7,3 miliar. Menurut Mimik, pendapatan tersebut semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung biaya pemeliharaan, perawatan, maupun renovasi rusunawa.

“Pendapatan dari rusunawa ini harus dikembalikan untuk biaya renovasi atau perawatan agar pelayanan kepada penghuni bisa optimal,” ujarnya. 

BACA JUGA:KPU Sidoarjo Buka Suara Soal Dana Kampanye Subandi–Mimik: Sudah Diaudit dan Sah

Mimik meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan kepada penghuni dapat ditingkatkan. Selain persoalan internal di dalam rusunawa, Mimik juga menerima keluhan warga terkait dugaan asap dan bau yang disebut berasal dari aktivitas pabrik di sekitar rusunawa. Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, Mimik kemudian melakukan audiensi dengan pihak PT Sekar Laut Tbk beserta beberapa perwakilan penghuni rusunawa.

Letak perusahaan bersebelahan dengan Rusunawa Pucang. Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan menyampaikan bahwa berdasar pengecekan sebelumnya, asap yang dikeluhkan bukan berasal dari aktivitas pabrik. Meski demikian, perusahaan berkomitmen untuk melakukan pengecekan ulang guna memastikan sumber asap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Alhamdulillah, berdasarkan pengecekan ternyata asap tersebut bukan dari pabrik. Tetapi, akan kita cek ulang, sebenarnya asap itu berasal dari mana. Masyarakat juga sudah menyampaikan secara langsung dan dari pihak pabrik berkomitmen untuk menindaklanjuti aduan masyarakat,” kata Mimik. 

BACA JUGA:Wabup Mimik Idayana Resmikan Dapur SPPG Prambon, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Higienis

Pengecekan lebih lanjut juga akan dilakukan terhadap keluhan mengenai bau dan polusi yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan pabrik. Termasuk bau dan polusi nanti dicek. Yang penting perusahaan sudah berkomitmen untuk menindaklanjuti.  

Mimik berharap koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pengelola Rusunawa Pucang, penghuni dan pihak perusahaan dapat menghasilkan solusi konkret. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di rusunawa maupun warga di kawasan sekitarnya dapat memperoleh lingkungan hunian yang bersih, aman, sehat dan nyaman.(jok)

Kategori :