Surabaya, memorandum.co.id - Anggota unit III Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan seorang muncikari perempuan yang juga berprofesi sebagai waiters dan mami di Arjuna Pub & Karaoke. Perempuan itu adalah Christiani alias Sanny (46), warga asal Lumajang yang indekos di Jalan Petemon Barat. Tersangka dibekuk petugas lantaran menyediakan atau menawarkan pada pengunjung café bila dirinya dapat memberikan layanan booking order (BO) atau layanan hubungan intim layaknya suami istiri baik di room karaoke maupun hotel. Dari infromasi yang dihimpun memorandum.co.id, tersangka telah menjajakan dua wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di café tersebut kepada pria hidung belang. Keduanya yakni NH (40) warga Sedati, Sidoarjo, dan IS (28), warga Karang Pilang, Surabaya. Guna mendapatkan layanan ini, para tamu harus merogoh kocek hingga Rp 1 juta. Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mendapati informasi bila di Arjuna karaoke menyediakan jasa pemandu lagu yang bisa memberikan layanan BO. Dari informasi itu petugas melakukan pemantauan di lokasi hingga mendapati seorang tamu bersama pemandu lagu keluar dari karaoke dan menuju salah satu hotel di Surabaya. “Selanjutnya petugas melakukan penggerebekan di hotel tersebut dan mendapati seorang pemandu lagu sedang berhubungan intim dengan tamunya,” kata Trunoyudo di ruang Press Conference Mapolda Jatim, Rabu (19/8). Kemudian, petugas kembali mendatangi Arjuno Pub & karaoke guna melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Alhasil petugas, menemukan alat kontrasepsi di tempat sampah. Setelah mengetahui hal itu, petugas segera membawa empat pemandu lagu, dua tamu, dua kasir, mami pemandu lagu, dan dua marketing. “Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik menetapkan satu orang tersangka berinisial S yang merupakan mami pemandu lagu di karaoke tersebut lantaran mengambil keuntungan dari jasa prostitusi,” tutur Trunoyudo. Di hadapan penyidik, Sanny tak mau mengakui bila dirinya yang menawarkan layanan tersebut, padahal dari hasil penyidikan dan pemeriksaan beberapa saksi, dirinya mendapat keuntungan sekitar Rp 400 ribu dalam sekali penyediaan layanan itu. “Saya tidak pernah ambil keuntungan sama sekali. Mereka sendiri yang tawar menawar untuk mencocokan harganya,” dalih Sanny. (iah)
Sediakan Jasa Prostitusi, Mami LC Ditetapkan Tersangka
Rabu 19-08-2020,17:26 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 02-05-2026,10:29 WIB
Gebrakan Kejari Jember: Baru Menjabat, Dr. Yadyn Langsung Tingkatkan Status Perkara Korupsi Bank Jatim
Sabtu 02-05-2026,12:50 WIB
Kejuaraan TGSA Fun Swimming Vol.1 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Lomba
Sabtu 02-05-2026,20:54 WIB
Polresta Sidoarjo Gelar Kerja Bakti Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Sabtu 02-05-2026,11:38 WIB
Hardiknas 2026, Sri Untari: Pendidikan Harus Melahirkan Generasi yang Sadar Lingkungan dan Sosial
Sabtu 02-05-2026,09:15 WIB
Daeng Banna 'Serbu' Lidah Surabaya, Rasa Makassar Tak Mau Sekadar Jadi Pelengkap di Gayungsari Barat
Terkini
Minggu 03-05-2026,07:02 WIB
Schalke Promosi ke Bundesliga, Karaman Jadi Pahlawan, Dzeko Comeback di Momen Emas
Minggu 03-05-2026,06:54 WIB
Kostyuk Juara Madrid Open, Tumbangkan Andreeva di Final Sarat Emosi
Minggu 03-05-2026,06:44 WIB
Barcelona Menang Dramatis 2-1, Lewandowski–Torres Bawa Blaugrana Selangkah Lagi Juara LaLiga
Minggu 03-05-2026,06:27 WIB
Diduga Bunuh Diri, Pria Tewas Loncat dari Lantai 20 Hotel adalah Pengunjung Kafe Asal Madiun
Minggu 03-05-2026,06:18 WIB