Kostyuk Juara Madrid Open, Tumbangkan Andreeva di Final Sarat Emosi
Petenis Ukraina, Marta Kostyuk, sukses meraih gelar juara Madrid Open setelah menaklukkan Mirra Andreeva dengan skor 7-5, 6-3 pada partai final, Sabtu.-IG:wta.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Petenis Ukraina, Marta Kostyuk, sukses meraih gelar juara Madrid Open setelah menaklukkan Mirra Andreeva dengan skor 7-5, 6-3 pada partai final, Sabtu.
Laga ini tidak hanya menyajikan pertarungan sengit di lapangan, tetapi juga sarat nuansa emosional.
Kedua pemain yang berasal dari negara yang tengah berkonflik sejak invasi Rusia pada 2022 itu tidak melakukan jabat tangan di net usai pertandingan, bahkan tidak berfoto bersama saat seremoni penghargaan.
Kostyuk memastikan kemenangan usai pukulan terakhir Andreeva melebar.
BACA JUGA:Barcelona Menang Dramatis 2-1, Lewandowski–Torres Bawa Blaugrana Selangkah Lagi Juara LaLiga

Mini Kidi Wipes.--
Petenis peringkat 23 dunia itu langsung menjatuhkan diri ke lapangan tanah liat sambil menutupi wajahnya, mengekspresikan luapan emosinya.
Setelah bangkit, ia bahkan melakukan selebrasi salto yang disambut riuh penonton. Sementara itu, Andreeva tampak terpukul dan menangis di kursinya di pinggir lapangan.
Dalam pidato kemenangannya, Kostyuk menutup dengan kalimat penuh makna, “kemuliaan bagi Tuhan dan kemuliaan bagi Ukraina.”
Gelar ini menjadi trofi ketiga di level WTA bagi Kostyuk, sekaligus yang kedua secara beruntun setelah pekan lalu ia juga menjadi juara di Rouen. Performa impresif ini menegaskan konsistensinya dalam dua turnamen terakhir.
Di sisi lain, Andreeva yang kini berusia 19 tahun tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan ucapan selamat kepada Kostyuk saat menerima trofi runner-up. Ia mengapresiasi performa lawannya yang berhasil menjuarai dua turnamen secara beruntun.
Perjalanan Kostyuk menuju gelar tidak mudah. Ia sebelumnya menyingkirkan petenis peringkat lima dunia Jessica Pegula serta peringkat 13 Linda Noskova sebelum melaju ke final turnamen level WTA 1000 pertamanya.
Dalam laga puncak, Kostyuk tampil efektif dengan memanfaatkan seluruh peluang break point yang didapatkannya. Ia juga mampu menahan tekanan dengan menggagalkan sebagian besar peluang break dari Andreeva.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
“Rasanya luar biasa bisa berdiri di sini. Tahun lalu saya punya rekor buruk di Madrid dan tidak pernah membayangkan bisa menjadi juara. Turnamen ini bukan favorit saya, tapi terima kasih untuk dukungan penonton,” ujar Kostyuk.
Sementara itu, partai final tunggal putra akan mempertemukan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner melawan unggulan ketiga Alexander Zverev pada Minggu.
Petenis peringkat 23 dunia itu langsung menjatuhkan diri ke lapangan tanah liat sambil menutupi wajahnya, mengekspresikan luapan emosinya.
Setelah bangkit, ia bahkan melakukan selebrasi salto yang disambut riuh penonton. Sementara itu, Andreeva tampak terpukul dan menangis di kursinya di pinggir lapangan.
Dalam pidato kemenangannya, Kostyuk menutup dengan kalimat penuh makna, “kemuliaan bagi Tuhan dan kemuliaan bagi Ukraina.”
Gelar ini menjadi trofi ketiga di level WTA bagi Kostyuk, sekaligus yang kedua secara beruntun setelah pekan lalu ia juga menjadi juara di Rouen. Performa impresif ini menegaskan konsistensinya dalam dua turnamen terakhir.
Di sisi lain, Andreeva yang kini berusia 19 tahun tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan ucapan selamat kepada Kostyuk saat menerima trofi runner-up.
Ia mengapresiasi performa lawannya yang berhasil menjuarai dua turnamen secara beruntun.
Perjalanan Kostyuk menuju gelar tidak mudah. Ia sebelumnya menyingkirkan petenis peringkat lima dunia Jessica Pegula serta peringkat 13 Linda Noskova sebelum melaju ke final turnamen level WTA 1000 pertamanya.
Dalam laga puncak, Kostyuk tampil efektif dengan memanfaatkan seluruh peluang break point yang didapatkannya. Ia juga mampu menahan tekanan dengan menggagalkan sebagian besar peluang break dari Andreeva.
“Rasanya luar biasa bisa berdiri di sini. Tahun lalu saya punya rekor buruk di Madrid dan tidak pernah membayangkan bisa menjadi juara. Turnamen ini bukan favorit saya, tapi terima kasih untuk dukungan penonton,” ujar Kostyuk. Sementara itu, partai final tunggal putra akan mempertemukan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner melawan unggulan ketiga Alexander Zverev pada Minggu.
Sumber:








