MUI Gresik Edukasi Santri Cegah Pernikahan Dini

Jumat 31-07-2026,17:21 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Mochamad Syaifudin

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – MUI Gresik mengedukasi santri mengenai bahaya pernikahan dini dan pentingnya kesiapan membangun keluarga melalui program MUI Gresik Goes To School di Ponpes Sirojul Haramain, Jumat 31 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Bidang Perlindungan Perempuan, Anak, dan Keluarga (PPAK) MUI Gresik.

Ketua Bidang PPAK MUI Gresik, Hajar Idris, mengingatkan pentingnya menjaga diri dan mempersiapkan masa depan sejak usia remaja. Menurutnya, pesantren merupakan lingkungan yang baik untuk membentuk karakter.

"Di luar sana kehidupan sangat bebas. Kami banyak menangani kasus-kasus seperti kehamilan di luar nikah dan persoalan lainnya. Ini sangat memprihatinkan," ungkapnya.

BACA JUGA:Puluhan Anak Usia Sekolah di Ponorogo Ajukan Nikah Dini


Gempur Rokok Illegal--

Berdasarkan catatan Pengadilan Agama Gresik, terdapat 59 permohonan dispensasi nikah hingga Juni 2026. Selain itu, MUI Gresik disebut terus menerima pengajuan dispensasi nikah hampir setiap pekan.

Hajar Idris mengingatkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, usia minimal menikah adalah 19 tahun. Kesiapan ilmu, mental, dan emosional jauh lebih penting sebelum seseorang memutuskan menikah.

"Yang jauh lebih penting adalah kesiapan ilmu, memahami tujuan pernikahan, kesiapan mental dan emosional, kesiapan finansial, memahami peran serta tanggung jawab suami-istri, hingga membangun akhlak yang baik," terangnya.

BACA JUGA:Remaja Gresik Disiapkan Jadi Konselor Teman Sebaya untuk Bantu Atasi Persoalan Generasi Muda

Selain memberikan materi, MUI Gresik juga menyediakan layanan hipnoterapi bagi para santri. Menurut Hajar Idris, hipnoterapi bertujuan menyegarkan kondisi psikologis santri agar lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran.

"Hipnoterapi ini bertujuan untuk me-refresh kondisi anak-anak yang setiap hari menuntut ilmu. Harapannya, setelah mengikuti sesi ini para santri menjadi lebih semangat belajar," ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan, termasuk memilih pergaulan yang positif. (rez)

 
 
 
Kategori :