BLITAR, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tim gabungan menggelar inspeksi mendadak atau sidak penggunaan elpiji subsidi di Kota Blitar. Hasilnya, masih ada sejumlah tempat usaha yang masih menggunakan elpiji subsidi tak sesuai peruntukan.
Sidak ini digelar oleh pemerintah provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar. Tak ketinggalan polisi, perwakilan Pertaminan dan Hiswana migas. Sidak untuk memastikan penggunaan elpiji subsidi. Utamanya para pelaku usaha.
BACA JUGA:Tiga Jabatan Kepala OPD di Pemkot Blitar Kosong, Tunggu Seleksi Enam JPT Kelar
“Ini untuk memastikan elpiji sesuai dengan peruntukan. Kalau memang tak sesuai dengan peruntukan seperti pelaku usaha besar, jelas tidak boleh menggunakan elpiji subsidi. Kami menyarankan untuk menggunakan elpiji subsidi,” kata Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Setda Provinsi Jawa Timur, Nurhayati, Jumat 17 Juli 2026.
Dia mengatakan pemanfaatan elpiji subsidi memang harus diketati. Pasalnya, tak semua pelaku usaha utamanya berskala menengah dan besar memahami pemanfaatan elpiji subsidi. Elpiji subsidi Adalah bagi kalangan tak mampu dan usaha kecil.
BACA JUGA:Lolos Tiga Besar, 18 Pegawai Pemkot Blitar Disodorkan ke BKN untuk Rekomendasi
Sementara untuk pelaku usaha menengah dan besar menggunakan elpiji non subsidi. Pihaknya pun terus sosialisasi kepada massyarakat. Bersama sejumlah daerah turun ke bawah untuk memastikan tak ada penyelewengan. “Bukan hanya pemerintah provinsi, kami minta kepada pemerintah daerah juga ikut aktif mengawasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kota Blitar, Parminto mengatakan sebenarnya sudah sering turun ke lapangan. Di antaranya menggelar sidak Bersama apparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian. Bukan hanya sidak, tetapi juga edukasi kepada masyarakat, utamanya pelaku usaha. Sesuai dengan regulasi, yang tidak boleh menggunakan elpiji subsidi seperti usaha laundry, kafe, restoran dan usaha lainnya dalam skala besar.
Gempur Rokok Illegal--
Diakuinya, pada sidak Bersama, masih menemukan adanya pelaku usaha seperti kafe hingga laundry yang menggunakan elpiji subsidi. Akibatnya, petugas gabungan pun langsung memberikan edukasi. Selain itu juga menukar tabung elpiji subsidi dengan tabung nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram. Ke depan, meminta untuk tak lagi menggunakan elpiji subsidi.
“Ini juga menjadikan program pemerintah tepat sasaran. Karena memang elpiji subsidi untuk warga miskin,” pungkasnya.(dul)