SITUBONDO,MEMORANDUM.DISWAY.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Situbondo kembali melakukan tindakan tegas terhadap belasan warung yang menyalahi aturan di sepanjang jalur Landangan hingga kawasan Panji dekat Kapongan (depan SPBU). Langkah ini diambil setelah melalui proses panjang sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) yang berlaku.
Kasatpol PP Pemkab Situbondo Sruwi Hartantomenjelaskan, awalnya terdapat 12 warung yang masuk dalam target penertiban. Pihaknya juga telah melayangkan surat peringatan pertama hingga ketiga kepada para pemilik warung sebelum melakukan tindakan fisik.
"Ini sebenarnya prosesnya sudah lama, dan kita lalui dengan SOP yang benar. Dari 12 warung yang kita berikan peringatan 1, 2, dan 3, akhirnya ada tujuh pemilik warung yang sadar dan melakukan pembongkaran mandiri," ujarnya saat memberikan keterangan di lokasi, Rabu 15 Juli 2026.
BACA JUGA:Badai Rob Rusak Rumah Warga Desa Landangan, Pemkab Situbondo Salurkan Sembako dan Tenda
Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, sisa 5 warung dijadwalkan untuk dieksekusi oleh petugas gabungan pada hari ini. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, petugas hanya mengeksekusi 1 warung.
"Dari lima warung target hari ini, hanya satu yang bisa kami eksekusi. Dua pemilik warung meminta kelonggaran waktu selama dua hari untuk membongkar sendiri bangunannya. Sedangkan 2 warung lainnya dalam kondisi tutup, sehingga langsung kami segel agar tidak beroperasi sampai hari Senin depan," tambah kasatpol PP.
BACA JUGA:Ngaku Mabuk Miras, Pria di Situbondo Aniaya Tukang Becak Pakai Kunci Inggris hingga Kritis
Menanggapi isu adanya penolakan dari pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait pembongkaran ini, Kasatpol PP membantah hal tersebut. Ia menegaskan bahwa jalannya penertiban berlangsung kondusif karena didukung oleh berbagai elemen masyarakat dan aparat penegak hukum.
"Kayaknya tidak ada (penolakan LSM). Karena dalam operasi ini kami bergerak bersama Forum Kewaspadaan Dini Nasional (FKDN), personel Koramil, Polsek, hingga pihak Kecamatan. Kami juga melibatkan Satgas Anti-Premanisme untuk memastikan semua berjalan aman," pungkasnya.