Viral Prank Bansos, BIP Angkat Bicara Polemik dengan Griya Lansia Malang

Senin 13-07-2026,07:30 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) membantah tuduhan 'prank bansos' yang dilontarkan oleh pendiri Griya Lansia Husnul Khatimah Malang, Arief Rakhman Hakim atau yang dikenal sebagai Arief Camra. Diketahui, pihak Arief Camra menyebut bahwa pihak BIP telah menarik bantuan sosial (bansos) yang telah diberikan ke tempatnya. 


Mini Kidi Wipes.--

Founder BIP Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membatalkan komitmen bantuan yang sebelumnya direncanakan untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo. Menurutnya, bantuan tersebut memang dirancang untuk disalurkan secara bertahap sesuai mekanisme yang telah disepakati.

"Komitmen bantuan tetap ada. Penyalurannya dilakukan bertahap agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Ali, yang juga seorang pengusaha asal Pamekasan itu. 

BACA JUGA:Terancam Diusir dari Kontrakan, Pria di Jember Ini Ratapi Nasib Tak Pernah Tersentuh Bansos

Polemik mencuat setelah Arief Camra menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial terkait proses penyaluran bantuan. Dalam unggahan tersebut, ia menilai bahwa bantuan yang diberikan senilai Rp 250 juta ditarik kembali oleh BIP. 


Gempur Rokok Illegal--

Dalam unggahan lain di sosmed miliknya, Arief Camra mengaku kecewa karena merasa dipermainkan atau prank dari pihak BIP. Menariknya, ribuan warganet turun hadir dengan hujatan komentar negatif yang ditujukan untuk BIP. 

Menanggapi hal itu, Ali menyatakan tetap menghormati Arief sebagai pegiat kemanusiaan yang selama ini aktif mengurus lansia terlantar. Ia berharap perbedaan pandangan yang terjadi dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

"Kami menghormati beliau dan berharap persoalan ini dapat menemukan titik terang sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan," ungkapnya. 

BACA JUGA:Modus Bank Nasional di Jember, Bansos Jadi Umpan Dana KUR Rp41 Miliar Dikuras Habis

Arief sendiri mengakui bahwa pihak yayasan telah beberapa kali menerima survei dari tim terkait rencana bantuan tersebut. Namun, menurutnya, terdapat perbedaan pandangan mengenai sejumlah aspek yang berkaitan dengan pengelolaan fasilitas yayasan, termasuk penamaan masjid yang akan dibangun.

Sementara itu, Ali menjelaskan bahwa bantuan tahap awal senilai Rp250 juta telah disalurkan. Namun dana tersebut kemudian dikembalikan oleh pihak penerima setelah sebelumnya meminta kembali informasi rekening yayasan.

Menurut Ali, pengembalian dana itu sempat menimbulkan pertanyaan sehingga pihaknya memilih melakukan klarifikasi sebelum membahas kelanjutan bantuan pada tahap berikutnya.

"Kami menyikapi situasi ini secara terbuka. Jika memang dana dikembalikan, kami menerimanya dengan lapang dada dan tidak menganggapnya sebagai persoalan," ucap Ali. 

Tags :
Kategori :

Terkait