Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Madiun, Supri Wahyudi Utomo mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
"Mahasiswa bisa menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus untuk membantu pelaku UMKM, baik dari sisi desain kemasan, pemasaran, maupun aspek lainnya," ujar Supri.
BACA JUGA:OJK Malang dan Baznas Perkuat Literasi Keuangan Syariah Anak Yatim dan Dhuafa
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni mendorong perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Supri berharap sinergi antara Unipma dan BTPN Syariah tidak berhenti pada penyelenggaraan expo semata, tetapi berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan, termasuk riset bersama dalam mendukung pemberdayaan UMKM.
"Kampus juga terus mendorong penerapan metode pembelajaran inovatif seperti PjBL dan PBL (Problem-Based Learning) agar mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat," tandasnya.(ggi/adi)